Royalindo Investa Wijaya Banting Setir: Dari Properti ke Gula dan AI

- Senin, 15 Desember 2025 | 15:50 WIB
Royalindo Investa Wijaya Banting Setir: Dari Properti ke Gula dan AI

PT Royalindo Investa Wijaya Tbk, atau INDO, tampaknya sedang melakukan perubahan besar. Perusahaan ini resmi banting setir, beralih dari fokus utama di properti menjadi sebuah perusahaan investasi atau holding company. Strategi ini diambil untuk mendongkrak kinerja ke depannya, sekaligus jadi bagian dari upaya diversifikasi bisnis mereka.

Leslie Soemedi, Direktur Utama Royalindo Investa Wijaya, menjelaskan bahwa perseroan bakal menggarap sektor-sektor baru. Caranya, baik lewat pengembangan organik maupun aksi akuisisi.

“Kami telah merampungkan pembangunan pabrik gula dengan kapasitas produksi 2.000-3.000 ton per bulan,”

ungkap Leslie dalam keterangan resminya, Senin (15/12/2025). Pabrik gula merah atau brown sugar itu berdiri di Kediri, Jawa Timur, lewat PT Ratu Gula Asia (RGA) yang digarap bersama mitra strategis. Rencana masuk ke bisnis gula ini sebenarnya sudah digulirkan sejak tahun lalu, dan makin kencang setelah ada penambahan modal.

Hingga September 2025, tercatat sudah Rp97 miliar dana yang disetor INDO ke RGA. Dengan angka segitu, posisi INDO otomatis jadi pemegang saham mayoritas dengan porsi 71,68 persen. Prospek bisnisnya sendiri dinilai cerah. Gula merah kini makin banyak dicari, seiring tren masyarakat yang mulai beralih ke pemanis alami yang dianggap lebih sehat ketimbang gula putih biasa.

Namun begitu, gula bukan satu-satunya bidikan. Manajemen INDO ternyata juga sedang menyiapkan langkah lain yang lebih futuristik. Mereka sedang membidik sebuah perusahaan teknologi berbasis Artificial Intelligence (AI).

“Sebagai perusahaan investasi, kami akan fokus membangun portofolio yang solid dan berorientasi masa depan. Akuisisi perusahaan AI ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat transformasi kami,”

tandas Leslie. Meski begitu, pembicaraan soal akuisisi ini masih berlangsung. Belum ada kepastian final.

Perubahan haluan bisnis ini sepertinya mulai membuahkan hasil. Laporan kinerja hingga September 2025 menunjukkan laba bersih INDO melonjak 37 persen year on year, menjadi Rp24,76 miliar. Pendapatannya juga tumbuh 12 persen yoy, mencapai Rp22,19 miliar. Angka-angka itu setidaknya memberi sinyal awal yang positif untuk transformasi yang mereka jalani.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar