Namun begitu, gula bukan satu-satunya bidikan. Manajemen INDO ternyata juga sedang menyiapkan langkah lain yang lebih futuristik. Mereka sedang membidik sebuah perusahaan teknologi berbasis Artificial Intelligence (AI).
“Sebagai perusahaan investasi, kami akan fokus membangun portofolio yang solid dan berorientasi masa depan. Akuisisi perusahaan AI ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat transformasi kami,”
tandas Leslie. Meski begitu, pembicaraan soal akuisisi ini masih berlangsung. Belum ada kepastian final.
Perubahan haluan bisnis ini sepertinya mulai membuahkan hasil. Laporan kinerja hingga September 2025 menunjukkan laba bersih INDO melonjak 37 persen year on year, menjadi Rp24,76 miliar. Pendapatannya juga tumbuh 12 persen yoy, mencapai Rp22,19 miliar. Angka-angka itu setidaknya memberi sinyal awal yang positif untuk transformasi yang mereka jalani.
Artikel Terkait
IHSG Menguat 1,14% di Sesi Pertama, XISB dan ROCK Jadi Top Gainer
BNI Bagikan Dividen Rp13,03 Triliun, Pencatatan 26 Maret 2026
Saham Energi Grup Boy Thohir Menguat, Didorong Harga Batu Bara dan Proyek Smelter
IHSG Melonjak 1,23% di Awal Sesi, Sentimen Hijau Dominasi Pasar