IHSG Menguat 1,14% di Sesi Pertama, XISB dan ROCK Jadi Top Gainer

- Selasa, 17 Maret 2026 | 12:40 WIB
IHSG Menguat 1,14% di Sesi Pertama, XISB dan ROCK Jadi Top Gainer

Pasar saham siang ini benar-benar menunjukkan senyumnya. IHSG ditutup menguat pada sesi pertama, Selasa (17/3/2026), dengan kenaikan cukup signifikan: 79,92 poin atau setara 1,14 persen. Angkanya sendiri bertengger di level 7.102,21.

Suasana hijau mendominasi. Dari sekian banyak saham yang diperdagangkan, 504 di antaranya naik. Di sisi lain, 210 saham justru melemah, sementara 244 lainnya cenderung datar-datar saja, tak banyak bergerak.

Kalau dilihat dari aktivitasnya, pasar cukup ramai. Volume perdagangan mencapai 15,71 miliar saham dengan nilai transaksi nyaris menyentuh Rp11 triliun, tepatnya Rp10,95 triliun. Frekuensi transaksinya sendiri terjadi hampir 878 ribu kali. Kapitalisasi pasar pun ikut terdongkrak, mencatatkan angka Rp12.551 triliun.

Menariknya, hampir semua sektor ikut merasakan kehangatan ini dan berwarna hijau. Namun begitu, ada dua sektor yang justru terlihat kecut: konsumer siklikal dan keuangan. Keduanya tercatat sedikit merosot, masing-masing 0,11 persen dan 0,09 persen.

Nah, untuk saham-saham yang jadi bintang pagi ini, puncaknya dipegang oleh XISB. Saham PT Indo Premier Investment Management Tbk itu melesat tinggi, naik 25 persen ke posisi Rp320 per lembar.

Tak kalah heboh, ROCK dari PT Rockfields Properti Indonesia Tbk juga meroket 23,76 persen ke Rp3.490. Lalu ada LAPD (PT Leyand International Tbk) yang ikut menanjak 22,08 persen, bertahan di Rp94.

Tapi tentu, di balik kenaikan selalu ada penurunan. Posisi terburuk ditempati oleh PSDN. Saham PT Prasidha Aneka Niaga Tbk itu anjlok 14,97 persen ke Rp159.

Di belakangnya, ALKA (PT Alakasa Industrindo Tbk) juga terpuruk dengan penurunan 14,52 persen ke Rp795. ZATA dari PT Bersama Zatta Jaya Tbk menyusul, melemah 14,46 persen ke level Rp71.

(Dhera Arizona)

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar