Saham Energi Grup Boy Thohir Menguat, Didorong Harga Batu Bara dan Proyek Smelter

- Selasa, 17 Maret 2026 | 11:50 WIB
Saham Energi Grup Boy Thohir Menguat, Didorong Harga Batu Bara dan Proyek Smelter

Belakangan ini, saham-saham energi yang dikendalikan konsorsium Garibaldi 'Boy' Thohir terus menunjukkan taringnya. Penguatan ini berjalan beriringan dengan naiknya harga batu bara, yang didorong oleh ketegangan di Timur Tengah dan juga optimisme investor terhadap prospek emiten ke depan.

Di pasar, saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) menguat 1,69% ke level Rp10.525 per unit pada Selasa (17/3/2026) siang. Yang menarik, dalam sebulan terakhir, AADI justru melesat hampir 21%. Kinerjanya ini kontras banget dengan IHSG yang malah terperosok lebih dari 13% dalam periode sama. Jelas, ini menunjukkan kekuatan relatif yang luar biasa.

Tak mau kalah, dua saham saudaranya juga ikut meroket. Saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) naik 2,05% harian dan sudah mengumpulkan kenaikan 12,16% dalam sebulan. Sementara PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) lebih ganas lagi, melonjak 4,27% hanya dalam sehari, meski kenaikan bulanannya lebih moderat di angka 4,83%.

Di balik gerak saham AADI, ada laporan riset dari BRI Danareksa Sekuritas yang terbit hari ini. Mereka memberi rekomendasi beli dengan target harga Rp12.400.

Analis melihat kinerja operasional AADI di tahun 2025 cukup solid. Produksinya mencapai 68,7 juta ton, naik 4% dari tahun sebelumnya. Penjualan juga tumbuh 6% jadi 71,9 juta ton. Hebatnya, perusahaan berhasil memangkas cash cost hingga 11% yang tentu mendongkrak efisiensi.

Memang, EBITDA mereka turun 9% ke angka USD1,14 miliar karena harga jual rata-rata batu bara yang lebih lemah. Tapi berkat efisiensi tadi, margin perusahaan masih bisa dipertahankan dengan cukup baik.

Untuk tahun ini, AADI menargetkan produksi sekitar 70 juta ton, naik tipis 1,9%. Target itu masih menunggu persetujuan RKAB, sih. Tapi BRI Danareksa percaya, laba perusahaan pada 2026-2027 berpotensi melonjak 44% hingga 84%, seiring asumsi harga batu bara yang lebih tinggi.

Lalu bagaimana dengan ADRO dan ADMR?

Menurut riset Sucor Sekuritas sehari sebelumnya, kinerja ADRO dinilai tetap solid dan bahkan melampaui ekspektasi. Di kuartal IV-2025, laba bersihnya mencapai USD146 juta. Angka itu naik 15,6% dibanding kuartal sebelumnya, meski turun 26% secara tahunan.

Editor: Novita Rachma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar