Kunjungan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke lokasi bencana di Gayo Lues, Aceh, menuai sorotan. Bukan karena bantuan yang dibawa, tapi justru karena sebuah janji: pemasangan internet satelit Starlink. Janji itu langsung disambut kritik pedas, terutama dari sosok yang dikenal blak-blakan, Susi Pudjiastuti.
Mantan Menteri Kelautan itu tak sungkan menyampaikan pandangannya. Lewat akun X-nya, Susi menilai aksi menebar janji di tengah pengungsian sudah tak lagi relevan. Baginya, yang dibutuhkan korban bencana adalah aksi nyata, bukan rencana.
"Seharusnya anda bisa datang dengan pesawat anda bawa Starlink 10, genset kecil 10 dan semuanya bisa langsung pasang. Tidak perlu tanya-tanya. Bawa lebih pun bisa,"
tulis Susi, Kamis lalu. Unggahannya itu terasa seperti semprotan dingin di tengah hiruk-pikuk politik bantuan.
Kritik Susi rupanya memantik reaksi berantai. Beberapa tokoh publik ikut angkat bicara, dan nada sindirannya tak kalah tajam. Jurnalis Dandhy Laksono, misalnya, menyoroti kemungkinan motif lain di balik kunjungan tersebut.
"Niatnya memang ngonten kampanye,"
tulisnya singkat, tanpa banyak basa-basi.
Ismail Fahmi, Pendiri Drone Emprit, ikut nimbrung. Namun, ia justru menganggap angka yang disebut Susi masih terlalu kecil. Menurutnya, kapasitas seorang wakil presiden seharusnya jauh lebih besar.
"Kalau 10 itu kelasnya Drone Emprit, Bu. Kelas wapres bisa lah 100 Starlink,"
Artikel Terkait
Pasutri di Bantul Tewas Tersengat Listrik Saat Jemur Pakaian
Anggota DPR Usul Larangan HP untuk Anak, Buka Kisah Pilu Korban Grooming
Wamenkes: Virus Nipah Mengintai, Indonesia Harus Siaga Penuh
Gapruk dan Kebebasan: Kisah Awan, Pemulung yang Lebih Takut Dikurung daripada Dihina