Pemulihan jaringan telekomunikasi pasca bencana di Tapanuli, Sumatera Utara, terus digenjot oleh Telkomsel. Bencana hidrometeorologi yang lalu sempat merusak sejumlah infrastruktur, namun kini sebagian besar layanan sudah bisa dinikmati kembali oleh masyarakat. Untuk titik-titik yang tersisa, proses perbaikan masih terus berjalan, tahap demi tahap.
Perkembangannya cukup menggembirakan. Di Tapanuli Tengah, misalnya, seluruh site atau sekitar 91% dari total yang ada sudah berfungsi normal. Angka pemulihannya mencapai 100 site. Sementara itu, di Tapanuli Selatan, progresnya bahkan lebih cepat. Dari total site di wilayah itu, 92 site atau sekitar 97% telah dipulihkan.
Wilayah Tapanuli Utara juga tak ketinggalan. Laporan terbaru menyebutkan, sebanyak 107 site di sana sudah kembali beroperasi. Itu artinya, sekitar 95% jaringan di daerah tersebut telah pulih.
Menurut Nugroho A. Wibowo, Vice President Area Network Operations Sumatera Telkomsel, kondisi ini sejalan dengan perbaikan infrastruktur pendukung di lapangan yang semakin membaik. Prosesnya menunjukkan tren positif yang signifikan.
“Kami terus mendorong percepatan pemulihan di Tapanuli dengan mengerahkan tim teknis dan perangkat pendukung secara terpadu. Begitu infrastruktur dasar di suatu wilayah mulai pulih, kami pastikan site-site Telkomsel bisa langsung hidup dan berfungsi optimal untuk mendukung komunikasi warga,” jelas Nugroho.
Upaya yang dilakukan tidak main-main. Untuk menormalkan layanan secepat mungkin, Telkomsel melakukan sejumlah langkah strategis. Mereka memobilisasi personel teknis, menambah genset, memperkuat jalur transmisi, dan tentu saja, berkoordinasi intens dengan PLN serta pemda setempat.
Tak cuma itu, perangkat pendukung seperti baterai, rectifier, dan genset juga didatangkan secara masif. Tujuannya jelas: memastikan pasokan listrik sementara tersedia agar site yang sudah diperbaiki bisa langsung dioperasikan tanpa kendala.
“Komitmen kami adalah mempercepat pemulihan sampai semua site di Tapanuli berjalan optimal. Di masa pemulihan ini, Telkomsel akan terus hadir menjaga layanan komunikasi masyarakat,” tambah Nugroho.
Ke depan, pemantauan dan pembaruan kondisi jaringan akan terus dilakukan secara berkala. Semuanya disesuaikan dengan perkembangan perbaikan infrastruktur pendukung di wilayah-wilayah yang terdampak.
Artikel Terkait
Google Sediakan Fitur Bawaan Lacak, Kunci, hingga Hapus Data Ponsel Android yang Hilang
WhatsApp Bisa Diakses Tanpa Scan Kode QR, Pakar Ingatkan Risiko Penyadapan dan Pelanggaran Privasi
YouTube Batasi Akses Pengguna di Bawah 16 Tahun di Indonesia Patuhi PP Tunas
Peneliti Temukan Spesies Baru Laba-laba Hantu di Habitat Bambu Jawa