Di ruang konferensi Kementerian Komunikasi dan Digital, Rabu (22/4) lalu, ada pengumuman yang bakal mempengaruhi banyak anak muda pengguna internet. YouTube, raksasa platform berbagi video itu, resmi akan membatasi akses untuk pengguna di bawah 16 tahun di Indonesia. Ini bukan keputusan tiba-tiba, melainkan bagian dari komitmen mereka mematuhi aturan baru pemerintah, yaitu PP Tunas Nomor 17 Tahun 2025.
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, tampak menyambut baik langkah ini. Ia secara khusus mengapresiasi penyerahan surat kepatuhan yang dilakukan langsung oleh Google, induk perusahaan YouTube. Menurutnya, ini bukti nyata keseriusan platform tersebut untuk beradaptasi dengan regulasi lokal.
“Pada intinya kami ingin menyampaikan bahwa hari ini Pemerintah mengapresiasi karena YouTube di bawah Google sudah menyampaikan surat kepatuhan,” ujar Meutya.
Memang, jalan menuju kepatuhan ini butuh proses. Google sejak awal disebutkan punya niat baik untuk bekerja sama, tapi ya, perlu waktu juga buat menyesuaikan sistem yang sedemikian besar. Perubahan pertama yang langsung bisa dirasakan pengguna? Notifikasi yang memberitahukan batas usia minimal 16 tahun itu sudah mulai muncul.
Namun begitu, itu baru permulaan. Rencananya, langkah YouTube akan lebih jauh lagi.
“Hari ini memang secara perubahan kasat matanya yang bisa dilihat adalah notifikasi atau pemberitahuan batas usia minimum 16 tahun sudah dilakukan oleh platform YouTube. Berikutnya, YouTube juga sudah memberikan rencana untuk deaktivasi akun-akun dan juga menyampaikan akan mengeliminasi iklan-iklan yang menargetkan anak-anak dan remaja ke depannya,” jelas Meutya lebih lanjut.
Dengan langkah YouTube ini, kini sudah tujuh platform digital yang secara resmi menyatakan tunduk pada PP Tunas. Mereka yang sudah ikut adalah X, Bigo Live, Meta yang mencakup Instagram, Facebook, dan Threads lalu TikTok, dan tentu saja, YouTube.
Dari sisi YouTube, komitmen ini ditegaskan oleh Danny Ardianto, Kepala Hubungan Pemerintah dan Kebijakan Publik YouTube untuk kawasan Asia Pasifik. Ia menekankan bahwa visi mereka sejalan dengan pemerintah dalam menciptakan ruang digital yang lebih aman bagi generasi muda.
“Kami dari YouTube sejalan dengan komitmen Pemerintah Indonesia untuk terus mendukung perlindungan untuk anak dan remaja di Indonesia,” katanya.
Danny juga menambahkan, investasi untuk keamanan pengguna muda ini sudah dilakukan YouTube lebih dari sepuluh tahun terakhir. Pertemuan dengan pemerintah ia anggap sebagai kesempatan baik untuk memperjelas komitmen mereka.
“Kami telah berinvestasi di bidang ini selama lebih dari satu dekade terakhir, dan kami sangat mengapresiasi kesempatan hari ini untuk berkomunikasi dan meyakinkan Ibu Menteri serta tim mengenai komitmen kami dalam mematuhi kewajiban hukum yang berlaku di bawah PP Tunas,” ucap Danny.
Artikel Terkait
Peneliti Temukan Spesies Baru Laba-laba Hantu di Habitat Bambu Jawa
OAIL Konfirmasi Cahaya Misterius di Lampung Bukan Meteor, Melainkan Sampah Antariksa
Iran Buka Front Siber, Serangan Psikologis dan Spyware Gantikan Rudal
X Patuhi PP TUNAS, Batas Usia Pengguna di Indonesia Naik Jadi 16 Tahun