Di tengah hiruk-pikuk Jakarta, tim dari Kementerian Sosial bergerak menjangkau anak-anak. Targetnya jelas: mereka yang seharusnya berada di bangku sekolah, namun justru menghabiskan hari di jalanan. Menteri Sosial Saifullah Yusuf, atau yang akrab disapa Gus Ipul, baru-baru ini membuka data soal proses penjangkauan calon siswa untuk program Sekolah Rakyat. Hasilnya cukup mencengangkan.
Dari puluhan anak yang berhasil diundang, nyaris tiga puluh di antaranya ditemukan sedang bekerja. "Dari 77 yang kita undang, 29 di antaranya kita temukan di jalan," ujar Gus Ipul di Pejompongan, Rabu lalu.
Ia melanjutkan, "Mereka sedang mengamen, membantu orang tuanya bekerja."
Menurut Gus Ipul, anak-anak ini masuk dalam kategori usia sekolah yang belum pernah menyentuh pendidikan formal atau terpaksa putus di tengah jalan. Nah, untuk menjangkau mereka, tim turun langsung ke lapangan dengan pendekatan yang lebih proaktif. Caranya? Datang ke titik-titik keramaian.
"Misalnya kita datangi perempatan, pasar, atau titik-titik tertentu," jelasnya. Di tempat-tempat itulah, sering terlihat anak-anak yang semestinya berseragam dan belajar, tapi kenyataannya tidak.
Prosesnya tentu tidak instan. Butuh pendekatan khusus agar anak-anak dan keluarganya mau terbuka. Namun begitu, upaya ini menjadi langkah awal yang krusial untuk mengembalikan masa depan mereka ke jalur yang seharusnya.
Artikel Terkait
Sekretaris Kabinet Tinjau Sekolah Rakyat, Tegaskan Komitmen Pemerataan Pendidikan
Wanita Copet di Stasiun Tanah Abang Diamankan Massa Usai Gagal Curi iPhone
Dittipidsiber Bareskrim Bongkar Sindikat Phishing Global Berbasis di Kupang, 34 Ribu Korban
CIFOR Resmi Dirikan Sekretariat Eropa di Bonn Didukung Pemerintah Jerman