Trump Desak Iran dan Israel Hentikan Serangan, Harga Minyak Melonjak Akibat Ketegangan Timur Tengah

- Senin, 08 Juni 2026 | 18:15 WIB
Trump Desak Iran dan Israel Hentikan Serangan, Harga Minyak Melonjak Akibat Ketegangan Timur Tengah

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mendesak Iran dan Israel untuk segera menghentikan aksi saling serang yang telah memicu ketegangan baru di Timur Tengah. Seruan tersebut disampaikan Trump melalui unggahan di platform Truth Social pada Senin (8/6/2025), di mana ia secara tegas meminta kedua negara untuk mengakhiri baku tembak yang tengah berlangsung.

Sebelumnya, Trump telah menekan Israel agar menghentikan operasi militernya di Lebanon. Langkah itu dinilai perlu untuk membuka jalan bagi kesepakatan damai yang lebih luas dengan Iran. Namun, tekanan tersebut tampaknya belum membuahkan hasil.

Iran selama ini secara konsisten menentang agresi Israel di Lebanon. Teheran menegaskan bahwa setiap kesepakatan damai dengan Amerika Serikat harus turut mencakup negara-negara Arab yang menjadi sasaran serangan. Sikap ini menunjukkan bahwa konflik regional tidak bisa dipisahkan dari dinamika negosiasi global.

Di sisi lain, Israel justru melancarkan serangan ke ibu kota Lebanon, Beirut, pada Minggu kemarin. Serangan itu dilakukan meskipun Trump sebelumnya telah meminta Tel Aviv untuk tidak mengambil tindakan militer. Sebagai respons, Iran kemudian menembakkan rudal ke wilayah Israel.

Militer Israel memperkirakan bahwa pertempuran dengan Iran dapat berlangsung selama beberapa hari ke depan. Situasi ini menandai eskalasi signifikan dalam hubungan kedua negara yang selama ini berada dalam ketegangan tinggi.

Sementara itu, bentrokan terbaru ini langsung berdampak pada pasar energi global. Harga minyak mentah melonjak lebih dari empat persen, mencerminkan kekhawatiran investor terhadap stabilitas pasokan dari kawasan penghasil minyak utama dunia. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali menjadi faktor dominan yang menggerakkan harga komoditas energi. (Wahyu Dwi Anggoro)

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar