JAKARTA Di tengah hiruk-pikuk polemik ijazah, Ketua Umum Jokman Nusantara Bersatu, Andi Azwan, tampil dengan pembuktian yang cukup mengejutkan. Dalam program eksklusif 'Rakyat Bersuara' di iNews, Selasa (21/4/2026), ia secara tegas membantah klaim Roy Suryo soal keaslian foto Jokowi di ijazah S1-nya. Andi tak sekadar bicara. Ia langsung mempraktikkannya di depan mata pemirsa.
Menurut Andi, metode yang dipakai Roy Suryo Vision Geometry Group (VGG) Face sudah tak lagi relevan. “Saya mau bantah lagi soal penelitian dia mengenai image processing,” ujarnya dengan nada percaya diri.
“Dia pakai VGG Face. Itu ketinggalan zaman. Saya pakai RetinaFace.”
Di studio, Andi lalu membeberkan buktinya. Lewat videotron, ia menampilkan dua foto pembanding. Pertama, potret Jokowi berkacamata dari ijazah. Lalu, foto Jokowi saat sudah menjabat presiden. Ia juga membandingkan foto ijazah dengan gambar wisuda Jokowi bersama rekan-rekannya.
Nah, di sinilah poin utamanya. Andi menjelaskan bahwa RetinaFace yang ia gunakan hanya butuh satu sampel foto dalam hal ini foto dari ijazah untuk dicocokkan. Bahkan, metode ini bisa mendeteksi wajah yang paling mirip di antara seratus orang dalam satu frame. Rahasianya? Algoritma ini bekerja dengan menganalisis detail-detail kunci seperti dahi, mata, hidung, dan bibir secara sangat mendalam.
“Kalau dia pakai VGG Face, FaceNet, atau ArcFace, itu perlu 100 sampel. RetinaFace yang saya pakai setingkat lebih atas. Bisa melihat 100 orang dalam foto, lalu mencari mana yang paling cocok dengan sampel kita,” papar Andi.
Setelah analisis itu, kesimpulannya jelas baginya. Foto Jokowi di ijazah tersebut asli. Hasil perbandingan dengan foto wisuda dan foto kepresidenan menunjukkan kecocokan yang kuat.
“Hasilnya cocok. Ini waktu dia masih kuliah,” tuturnya. “Dan semua orang sebenarnya bisa melakukan verifikasi seperti ini.”
Artikel Terkait
Prabowo dan Luhut Bahas Strategis Ekonomi di Tengah Gejolak Global
TNI dan Warga Nduga Gotong Royong Evakuasi Jenazah di Landasan Udara Terpencil
Menko Pangan Beri Ultimatum 7 Minggu untuk Proyek Sampah Jadi Listrik
Bank Mandiri Catat Laba Rp15,4 Triliun di Kuartal I-2026, Tumbuh 16,6%