Udara di Bandara Soekarno-Hatta pagi itu ramai oleh kerumunan putih-putih. Rabu (22/4/2026) menjadi hari bersejarah, saat kloter pertama jemaah haji asal Banten resmi diberangkatkan. Wakil Ketua DPR sekaligus Ketua Timwas Haji, Sufmi Dasco Ahmad, hadir langsung untuk melepas mereka. Momen ini, tak lain, adalah sinyal dimulainya gelombang pemberangkatan haji Indonesia tahun ini.
Dasco tak menyembunyikan apresiasinya. Menurutnya, penyelenggaraan oleh Kementerian Haji dan Umrah kali ini terlihat jauh lebih rapi. Ada sejumlah terobosan yang patut dicatat.
“Kartu Nusuk yang biasanya dibagikan di Tanah Suci, ini sudah semua dibagikan di Indonesia sehingga kemudian pemberangkatan menjadi lebih teratur dan terkelola,” ujar Dasco di tengah keriuhan bandara.
Dia melanjutkan, “Jadi tidak ada lagi yang kemudian jemaah dalam satu keluarga atau satu ini terpisah-pisah. Hasilnya, semuanya lebih rapi.”
Kebijakan sederhana itu rupanya membawa dampak signifikan. Keutuhan rombongan keluarga, katanya, bisa terjaga dengan lebih baik sejak dari tanah air.
Pelepasan kloter perdana ini hanyalah awal. Namun Dasco menilai persiapan yang dilakukan sudah matang. Salah satu poin penting yang dia soroti adalah kesiapan para petugas pendamping. Mereka bukan datang begitu saja. Para petugas ini telah digodok dalam pendidikan dan pelatihan intensif selama sebulan penuh sebelum berangkat.
“Negara hadir untuk menyertai jemaah haji,” tegasnya.
“Dan juga kami sampaikan apresiasi kepada Kementerian Haji. Petugas-petugas pendamping itu selama 1 bulan penuh sudah dididik, dilatih sedemikian rupa untuk mendampingi jemaah haji kita selama di Tanah Suci,” jelas Dasco.
Di sisi lain, peningkatan layanan juga jadi perhatian. Pemerintah disebut menambah jumlah embarkasi untuk memperlancar arus keberangkatan. Layanan fast track pun diperluas jangkauannya. Harapannya jelas: memotong antrean dan mempermudah urusan administrasi jemaah yang notabene tak lagi muda.
Di akhir sambutannya, harapan dan doa dipanjatkan. Dasco berharap seluruh rangkaian ibadah berjalan lancar, tanpa hambatan yang berarti.
“Kepada Bapak Ibu sekalian jemaah haji, kami sampaikan selamat jalan. Mudah-mudahan pergi dan kembali dengan selamat dalam keadaan sehat walafiat,” tuturnya.
Dan yang terpentung, “Menjadi haji yang mabrur.”
Artikel Terkait
BI Siap Perkuat Intervensi untuk Tahan Pelemahan Rupiah
Kemenperin Khawatir Aturan Pajak Baru Bisa Tekan Penjualan Mobil Listrik
Laporan JP Morgan: Indonesia Peringkat Kedua Ketahanan Energi Global
Delapan Mantan Pejabat Kemnaker Divonis Penjara, Haryanto Dihukum 7,5 Tahun