Hendropriyono Gelar Syukuran HUT ke-80 TNI AU di Kraton Majapahit

- Rabu, 22 April 2026 | 20:35 WIB
Hendropriyono Gelar Syukuran HUT ke-80 TNI AU di Kraton Majapahit

Jakarta, Rabu (22/4/2026) – Suasana di Kraton Majapahit pagi itu terasa berbeda. Bukan hanya karena kemegahan arsitekturnya, tapi juga karena kehadiran tamu spesial: Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono, sang Kepala Staf Angkatan Udara. Menyambutnya di pintu gerbang adalah sang pendiri kraton, AM Hendropriyono, dengan senyum ramah.

Rupanya, kunjungan ini punya tujuan khusus. Menurut Hendropriyono, ia sengaja mengundang Marsekal Tonny beserta rombongan untuk merayakan hari jadi ke-80 TNI AU. Sebagai mantan tentara, ia merasa punya tanggung jawab moral untuk turut memperingati momen penting setiap matra TNI. Baginya, ini soal kebanggaan.

“Saya sebelumnya menyapa dulu senior saya, Muzani Syukur Wakil Ketua Umum Legion Veteran, yang kami sangat berterima kasih bisa hadir bersama anak-anak kita, yang sama-sama kita banggakan,” ujar Hendropriyono di hadapan para tamu.

“Untuk bersama-sama kita memperingati hari ulang tahun TNI Angkatan Udara,” lanjutnya.

Ia bahkan menyebut merasa bersalah jika tak mengingat hari lahir institusi yang membesarkannya. “Ini memperingati, bukan untuk pestapora. Tapi satu hari yang bahagia, satu hari yang fenomenal. Harus kita syukuri, karena itu harus kita peringati,” tegasnya.

Sebelum acara inti, rombongan diajak berkeliling. Mereka menyusuri berbagai area kraton yang sarat makna. Salah satu yang menarik perhatian adalah sebuah kereta kencana berlapis emas, yang konon selalu digunakan para raja Jawa zaman dulu. Kereta itu sendiri terpajang megah di sisi kanan pintu gerbang, seolah menyambut setiap tamu yang datang.

Setelahnya, mereka menuju ruang utama di Balairung Gajahmada. Di sana, para prajurit yang hadir disuguhi tarian tradisional dan bahkan pemutaran film bertema perjuangan. Suasana hening sesekali pecah oleh tepuk tangan.

Dalam kesempatan itu, Hendropriyono juga bercerita panjang lebar soal filosofi dibalik berdirinya Kraton Majapahit. Ia bilang, pembangunannya melibatkan banyak ahli dan tidak dilakukan sembarangan. Tujuannya satu: mengingatkan kembali bahwa Indonesia berasal dari akar bangsa yang besar.

“Tujuan kita membangun ini adalah untuk menyadarkan kita semua, bahwa kita berasal dari bangsa yang besar,” katanya dengan semangat.

“Padahal kalau kita gali lebih jauh 200 tahun sebelum benua Amerika ketemu, kita sudah seperti ini. Jadi ini perlu kita dobrak,” imbuhnya. Ia menambahkan, beberapa duta besar yang pernah berkunjung pun tercengang, karena selama ini gambaran media internasional seringkali merendahkan.

Di sisi lain, Marsekal Tonny tak bisa menyembunyikan kekagumannya. Perhatian Hendropriyono yang tulus pada TNI AU membuatnya terkesan. Bahkan, seminggu sebelum HUT, ia mendapat telepon ucapan selamat langsung dari sang mantan jenderal.

“Saya kaget, beliau begitu perhatiannya kepada Angkatan Udara, sampai membuat film yang luar biasa. Terima kasih Bapak Hendropriyono,” ucap Tonny dalam sambutannya.

“Jadi tak habis-habisnya kami kagum Bapak, terima kasih atas perhatian Bapak. Terima kasih kami sudah diundang datang ke Kraton Majapahit ini,” sambungnya.

Tak lupa, Marsekal Tonny menyampaikan satu harapan penting. Ia mendorong agar pimpinan pertama Angkatan Udara, Suryadi Suryadarma, segera dianugerahi gelar pahlawan nasional. Ini adalah upaya untuk menghormati sejarah dan para pejuang di tubuh TNI AU.

“Kemudian kami juga mohon doa restu, mohon doa restu kepada bapak-bapak, senior-senior, kami tidak pernah melupakan sejarah,” pintanya.

“Bahwa sekarang kami sedang berupaya untuk mendapatkan gelar pahlawan nasional kepada Bapak Suryadi Suryadarma. Semoga segera Bapak Kepala Staf Angkatan Udara pertama bisa diberikan gelar pahlawan nasional,” harap Tonny menutup sambutannya.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar