Khozinudin Sebut Pertemuan Solo Cuma Jebakan, Posisi Eggi dan Damai Dikata Tamat

- Kamis, 15 Januari 2026 | 10:25 WIB
Khozinudin Sebut Pertemuan Solo Cuma Jebakan, Posisi Eggi dan Damai Dikata Tamat

Ahmad Khozinudin Sindir Eggi dan Damai: Terjebak Tipu Jokowi, Maju Mundur Serba Salah

Pertemuan rahasia Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis dengan Presiden Joko Widodo di Solo beberapa waktu lalu masih terus menuai reaksi. Kali ini, sastrawan politik Ahmad Khozinudin melontarkan kritik yang sangat pedas. Menurutnya, langkah kedua aktivis itu bukanlah sebuah kemenangan diplomasi, melainkan sebuah jebakan politik yang cerdik. Akibatnya, posisi mereka kini amburadul di mata publik dan kawan-kawan seperjuangan.

Khozinudin tak ragu menyebut kesalahan utama keduanya adalah percaya pada komitmen Jokowi. “Mereka naif,” ujarnya dengan tegas dalam pernyataan tertulisnya, Kamis (15/1/2026).

“Mengira bisa membuat kesepakatan dengan orang yang tidak pernah menepati janji. Pertemuan itu dijanjikan rahasia, tapi justru dibocorkan.”

Baginya, kebocoran informasi itu pasti bukan kecelakaan. Itu adalah bagian dari skenario yang sudah dirancang untuk satu tujuan: membusukkan citra Eggi dan Damai sekaligus memecah belah barisan kritikus pemerintah.

Lalu, apa buktinya bahwa mereka sebenarnya tahu ini bermasalah? Khozinudin menyoroti beberapa hal. Rencana kunjungan ke Solo sama sekali tidak dibahas di internal Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA). Perjalanannya dilakukan dengan sikap tertutup, hampir seperti menyembunyikan sesuatu. Dan yang paling mencolok, tak ada konferensi pers setelah pertemuan yang katanya penting itu.

“Kalau itu pertemuan terhormat dan strategis, mengapa disembunyikan?” tanyanya retoris. “Mengapa mengendap-endap dan menghindari kamera?”

Di sisi lain, narasi yang beredar pasca-kebocoran tentang pelukan, doa bersama, dan saling memaafkan dianggapnya sebagai serangan berlapis. Semua itu, katanya, sengaja digoreng untuk menciptakan kesan bahwa konflik sudah berakhir. Tujuannya jelas: meredam tekanan agar proses hukum yang menjerat Jokowi tidak sampai ke pengadilan.

Kini, posisi Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis benar-benar terjepit. Status hukum mereka belum berubah satu inci pun. Namun begitu, kepercayaan dari publik dan basis pendukungnya mungkin sudah rontok berantakan. Mereka dianggap masuk perangkap.

“Target Jokowi tercapai: nama ES dan DHL rusak. Tapi perjuangan tidak berhenti, karena membongkar dugaan ijazah palsu bukan milik individu, melainkan milik rakyat,” tegas Khozinudin.

Ia juga mengirimkan peringatan keras kepada pihak lain yang mungkin berpikir untuk mencoba ‘jalan damai’ serupa. Baginya, kompromi semacam itu bukan strategi, melainkan pengkhianatan terhadap nurani dan perjuangan yang sudah dibangun.

“Jangan pernah berdamai dengan penipu,” serunya. “Ini peringatan keras agar tidak ada lagi yang masuk jebakan serupa.”

Di akhir pernyataannya yang keras, Khozinudin menyisipkan pesan langsung untuk kedua orang tersebut. Pesannya singkat tapi berat.

“Secara politik, posisi kalian sudah tamat. Jangan sampai terlambat menyadari sebelum ajal menjemput.”

Nada keseluruhannya jelas: sebuah kekalahan telak yang berawal dari kepercayaan yang salah tempat.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar