Pelukan Pelatih Malaysia Warnai Kemenangan Emas Skateboard Indonesia di SEA Games

- Senin, 15 Desember 2025 | 16:15 WIB
Pelukan Pelatih Malaysia Warnai Kemenangan Emas Skateboard Indonesia di SEA Games

JAKARTA Sorak-sorai memenuhi area skateboard. Basral Graito Hutomo baru saja menyelesaikan run-nya dengan sempurna. Skor akhir terpampang: 166,67 poin. Tak butuh waktu lama, pengumuman resmi menyusul. Medali emas SEA Games 2025 untuk Indonesia di nomor extreme skateboard street putra sudah di tangan.

Di puncak kemenangan itu, emosi Basral meledak. Dia menangis, lepas, tak terbendung. Yang terjadi selanjutnya justru mencuri perhatian. Dari kerumunan, seorang pria berlari mendekat dan langsung memeluknya erat. Bukan rekan setim, bukan official Indonesia. Ternyata, dialah pelatih skateboard dari kontingen Malaysia.

Momen hangat itu, direkam dan tersebar luas di media sosial, langsung viral. Banyak yang terharu. Menurut sejumlah netizen, adegan itu adalah bukti nyata. Olahraga punya kekuatan untuk menyatukan, melampaui batas bendera dan negara. Dukungan dan ucapan selamat datang tulus, tanpa pandang bulu.

Memang, pelatih Malaysia itu bukan satu-satunya. Banyak atlet dan official dari negara lain juga ikut merayakan. Jadi, kemenangan Basral ini bukan cuma kebahagiaan Indonesia semata, tapi juga jadi kebanggaan bersama di tingkat regional Asia Tenggara.

Salah satu yang mengabadikan kebahagiaan itu adalah akun TikTok Tim Indonesia Official. Videonya meledak, ditonton jutaan kali. Rasa bangga netizen mengalir deras di kolom komentar.

Uniknya, perhatian banyak orang justru tertuju pada dukungan lintas negara itu, terutama dari kontingen Malaysia.

"Ikut nangis! Bahagia gini cuy sumpah last trick soalnya," tulis seorang netizen.
"Terharu dan bangga. Terima kasih Basral Graito Hutomo," ujar yang lain.
"Salfok sama official Malaysia yang ikut senang juga. Kita bersaudara!" ungkap seorang pengguna.
"Di skateboard itu kalau berhasil track, semua senang bro karena keren," komentar netizen lainnya.
"Terpantau bukan hanya Malaysia (baju kuning) yang begitu senangnya Basral menang, tapi juga Filipina (topi kuning)," tambah yang lain.

Jadi begitulah. Di atas papan roda, persaingan sengit terjadi. Tapi di luar arena, yang ada justru rasa hormat dan kebersamaan. Sebuah pelukan sederhana dari rival terdekat bisa bicara lebih lantang daripada sekadar medali.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler