Sementara itu, sang raja duduk di pinggir tempat tidur, dekat kepala permaisuri.
Baca Juga: Cerita Rakyat NTT, Legenda Nunduk Loke Nggerang, Kisah Pilu dari Tanah Manggarai
Ia menggenggam erat tangan istrinya seakan memberikan kekuatan.
Berkali-kali raja menghapus air mata dan menyeka bulir-bulir keringat yang muncul dari wajah sang permaisuri.
Kecupan-kecupan ringan di daratkan di kening sang istri menunjukkan rasa sayang raja yang teramat besar.
“Wahai anakku, keluarlah engkau segera melihat dunia ini. Engkau tidak hanya menjadi permata hati bagi kedua orang tuamu, tetapi engkau juga akan menjadi obor penerang bagi seluruh rakyat Burinaga.”
” Anakku, kami semua sudah lama menunggu kedatanganmu. Janganlah engkau menyiksa ibundamu. Semua yang kumiliki di kerajaan ini akan menjadi milikmu.”
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: nusantara62.com
Artikel Terkait
Anggaran Aceh Tak Dipangkas, Prabowo Beri Lampu Hijau di Tengah Bencana
Medvedev Peringatkan Eropa dengan Video Serangan Rudal Hipersonik ke Ukraina
Waspada! Link Pendaftaran BSU 2026 Ternyata Hoaks, Kemnaker Tegaskan Belum Ada Kebijakan
Jerman Perketat Hukum untuk Hadang Gelombang Deepfake dan Pelecehan Digital