Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan harga hewan kurban di ibu kota masih dalam kondisi terkendali menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah yang jatuh pada tahun 2026. Hingga saat ini, belum ada laporan atau indikasi mengenai lonjakan harga yang signifikan di pasaran.
Menurut Pramono, stabilitas harga tersebut tidak terlepas dari langkah antisipasi yang dilakukan Perumda Dharma Jaya sejak jauh hari. Perusahaan daerah yang bergerak di bidang penyediaan hewan kurban itu telah menyiapkan pasokan secara matang untuk memenuhi kebutuhan warga Jakarta.
"Untuk kurban sampai hari ini kami belum mendapatkan isu mengenai kenaikan. Jadi harganya masih sesuai dengan yang ada karena Dharma Jaya sendiri sudah mempersiapkan dari jauh-jauh hari," ujar Pramono kepada wartawan di Jakarta, Selasa (12/5/2026).
Meskipun harga terpantau stabil, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tetap melakukan pemantauan secara ketat terhadap penjualan hewan kurban. Langkah ini ditempuh karena permintaan diprediksi akan terus meningkat seiring mendekatnya hari raya.
Pramono menyampaikan harapannya agar jika terjadi kenaikan harga, besarnya tidak signifikan dan masih berada di bawah laju inflasi. Dengan demikian, daya beli masyarakat tetap terjaga.
"Sehingga dengan demikian mudah-mudahan (harga hewan) kurban di Jakarta kalau toh (harga) naik, naiknya tidak lebih dari inflasi. Jadi itu yang kami lakukan," kata Pramono.
Artikel Terkait
40 Perusahaan Baja China Berkomitmen Penuhi Kewajiban Pajak Usai Didatangi Tim Gabungan DJP dan Bea Cukai
Hari Pertama Libur Panjang, KAI Catat 685.933 Tiket Kereta Terjual
PLIN Fokus Revitalisasi Aset Utama untuk Dongkrak Kinerja pada 2026
PLN Luncurkan Kampanye Green Future Powered Today, Tukar Poin Naik MRT dan Bus Listrik dengan Voucher Listrik