Minggu pagi (7/12) sekitar pukul 10.20 WIB, suasana Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda di Aceh Besar mendadak ramai. Pesawat kepresidenan PK-GRD baru saja mendarat. Dari pintu pesawat, Presiden Prabowo Subianto muncul. Ia mengenakan setelan safari warna krem, langsung menuruni tangga dengan langkah cepat.
Ini sudah kunjungan kedua beliau ke Tanah Rencong sejak bencana melanda. Tujuannya jelas: meninjau langsung penanganan situasi di wilayah-wilayah yang paling parah terdampak.
Tak berlama-lama di bandara, Prabowo langsung menuju heli yang sudah standby. Dari udara, ia bisa melihat lebih jelas kondisi sebenarnya. Menurut rencana, ia akan diterbangkan ke titik-titik yang mengalami kerusakan paling signifikan akibat banjir.
Beberapa pejabat tinggi turut mendampingi dalam penerbangan itu. Ada Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri Sugiono, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Angga Raka Prabowo.
Di lokasi nanti, agenda presiden cukup padat. Selain melihat kerusakan, ia akan menerima laporan terbaru dari pemerintah daerah dan instansi terkait. Laporan langsung dari lapangan, tentunya.
Prabowo juga berencana memantau proses distribusi bantuan. Apakah sudah merata? Bagaimana dengan evakuasi warga dan upaya membuka akses jalan yang terputus? Semua itu akan jadi perhatian utamanya.
Pemerintah sendiri sudah menegaskan bahwa penanganan banjir di Aceh adalah prioritas nasional. Seluruh sumber daya, kata mereka, dikerahkan maksimal untuk mempercepat pemulihan. Masyarakat yang terdampak tentu menunggu aksi nyata, bukan sekadar kata-kata.
Artikel Terkait
Garuda Muda Kalahkan China 1-0 di Laga Perdana Piala Asia U-17 2026
Arsenal Vs Atletico Madrid: Laga Penentuan Tiket Final Liga Champions di Emirates
Paus Sperma 15 Meter Terdampar Mati di Pantai Jembrana Bali
Persib dan Borneo FC Imbang Poin di Puncak Klasemen, Laga Kontra Persija Jadi Penentu Gelar Liga 1