Usai menghadiri Safari Ramadan di Mapolda Jawa Timur, Surabaya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo punya pesan khusus buat para pemudik. Intinya satu: utamakan keselamatan. Sabtu (14/3/2026) itu, Sigit menegaskan bahwa perjalanan pulang kampung harus berakhir dengan selamat, bukan sekadar cepat sampai.
“Pesan saya, tolong hati-hati di jalan,” ujarnya.
“Jangan terlalu memaksakan diri untuk cepat sampai. Kalau kondisi badan capek, ada rest area, ada pos pelayanan terpadu yang bisa dimanfaatkan untuk beristirahat. Di sana kami siapkan fasilitas mulai dari tempat istirahat, takjil, hingga kontrol kesehatan.”
Pesan itu bukan tanpa persiapan. Polri bersama sejumlah pihak sudah menyiagakan ribuan posko di titik-titik strategis. Operasi Ketupat 2026 digelar dengan melibatkan tak kurang dari 161.243 personel gabungan. Mereka tersebar di 2.746 posko yang dibagi jadi Pos Pengamanan untuk atur lalu lintas, Pos Pelayanan buat istirahat, dan Pos Terpadu sebagai pusat kendali.
Angkanya memang besar. Pergerakan pemudik tahun ini diprediksi mencapai 143,9 juta orang. Menghadapi gelombang sebanyak itu, pengamanan juga diperluas mencakup 185.608 objek vital. Mulai dari masjid dan tempat salat Id, pusat perbelanjaan, terminal, hingga bandara.
Nah, buat yang lewat tol, ada 62 rest area yang sudah disiapkan dengan fasilitas lengkap. Sementara di jalur arteri, pemerintah mengalihfungsikan 48 jembatan timbang jadi tempat istirahat sementara. Ini upaya konkret biar pemudik punya banyak pilihan untuk berhenti sejenak.
Di sisi lain, Sigit juga mengingatkan soal layanan darurat. “Begitu ada permasalahan di jalan, silakan hubungi nomor 110. Anggota kepolisian akan segera merespons pengaduan tersebut,” tambahnya.
Ada lagi tips praktis dari Kapolri. Buat warga yang meninggalkan rumah kosong selama mudik, dia punya solusi. “Apabila masyarakat akan mudik dan meninggalkan rumahnya kosong, monggo jika mau dititipkan di kantor-kantor polisi terdekat untuk kemudian kami jaga dan amankan. Ini upaya kita menghindari kejahatan terhadap rumah kosong,” jelas Sigit.
Semua persiapan dan imbauan ini bermuara pada satu tagline: ‘Mudik Aman, Keluarga Bahagia’. Gaya bahasanya sederhana, tapi pesannya jelas. Keselamatan di jalan adalah harga mati. Lebih baik lambat asal selamat, daripada nekat dan berakhir celaka.
Artikel Terkait
Polisi Jerman Bubarkan Hells Angels Leverkusen, Sita Aset Rp43 Miliar dalam Operasi Besar
Anggota DPR Dorong Penyediaan Air Bersih dan Fasilitas Olahraga di Lapas Perempuan Jayapura
Kereta Bathara Kresna Terpaksa Berhenti di Solo karena Mobil Land Cruiser Parkir Terlalu Dekat Rel
Taksi Listrik Mogok Korsleting di Perlintasan, Picu Tabrakan Beruntun Kereta Api di Bekasi Timur