Berteduh dari Hujan, Nyawa Melayang Disambar Petir
Hujan deras mengguyur perkebunan sawit di Kabupaten OKI pada Jumat siang itu. Andika (39) bersama tiga rekannya memutuskan berhenti bekerja. Mereka baru saja menyelesaikan perbaikan tanggul yang jebol. Untuk menghindari gerimis, mereka pun berteduh di sebuah pondok di tengah kebun.
Namun begitu, tempat yang seharusnya aman justru berubah jadi malapetaka.
Menurut Kapolsek Pedamaran, AKP Ilham, kejadiannya sekitar pukul 13.30 WIB. Saat itu, Andika sedang berbaring. Dia sekalian mengisi daya ponselnya. Tiba-tiba, dari arah dinding belakang pondok, petir menyambar dengan dahsyat.
"Petir menyambar dari arah dinding belakang pondok. Diduga arus listrik tersalur ke korban melalui perangkat yang digunakan,"
Suara gemuruh itu diikuti kepanikan. Ketiga temannya kaget bukan main. Mereka menemukan Andika sudah tak sadarkan diri, tubuhnya kejang-kejang. Kekacauan pun terjadi di dalam pondok sederhana itu.
Tak hanya Andika, seorang pekerja lain, Aldi (22), juga ikut merasakan imbasnya. Dia mengalami luka bakar di bagian siku, kemungkinan akibat sambaran atau arus liar yang sama.
Kedua korban langsung dilarikan ke RSUD Kayuagung. Sayangnya, usaha tim medis tak cukup untuk menyelamatkan Andika. Nyawa buruh perkebunan itu tak tertolong. Aldi sendiri masih menjalani perawatan untuk lukanya.
Di sisi lain, perusahaan tempat korban bekerja sudah mengambil langkah. Mereka menyampaikan duka mendalam pada keluarga yang ditinggalkan. Perwakilannya telah datang langsung ke rumah duka di Desa Tanjung Serang, menyampaikan belasungkawa dan perhatian.
Musim penghujan kerap membawa bahaya tersembunyi. Kejadian nahas ini kembali mengingatkan betapa petir bisa datang tiba-tiba, menghancurkan segala rencana dalam sekejap.
Artikel Terkait
Manchester City Kalahkan Chelsea 1-0 di Final Piala FA, Gol Semenyo Jadi Penentu
Polri Bangun 28 Gudang Ketahanan Pangan di Seluruh Indonesia untuk Serap Hasil Panen
Polri Target Bangun 1.500 Unit Dapur Gizi pada 2026 untuk Dukung Program Makan Bergizi Gratis
Prabowo: Pangan Fondasi Negara, Swasembada Indonesia Tembus Target Lebih Cepat di Tengah Krisis Global