Amerika Serikat secara mendadak membatalkan rencana pengerahan 4.000 personel militernya ke Polandia, sebuah langkah yang hingga kini belum disertai penjelasan resmi yang memadai. Keputusan ini muncul di tengah upaya Washington untuk menata ulang postur pasukannya di Eropa, terutama setelah pengumuman penarikan ribuan tentara dari Jerman.
Jenderal Christopher LaNeve, Pelaksana Tugas Kepala Staf Angkatan Darat AS, mengungkapkan bahwa instruksi pengurangan pasukan telah diterima oleh Kepala Komando Eropa AS. “Saya telah bekerja sama dengannya dalam konsultasi erat tentang unit pasukan apa yang akan digunakan, dan itu… paling masuk akal bagi brigade tersebut untuk tidak melakukan pengerahan di wilayah tersebut,” ujar LaNeve dalam sidang kongres AS. Ia merujuk secara spesifik pada Tim Tempur Brigade Lapis Baja ke-2 yang seharusnya dikerahkan.
Menurut keterangan LaNeve, beberapa elemen unit sebenarnya telah dikirim ke luar negeri dan peralatannya sedang dalam perjalanan sebelum perintah pembatalan diterbitkan. Ia menegaskan bahwa perintah tersebut berasal langsung dari kantor Menteri Pertahanan Pete Hegseth.
Menteri Angkatan Darat Dan Driscoll menambahkan bahwa pengerahan itu sebenarnya sudah dibatalkan “beberapa hari yang lalu.” Sementara itu, anggota DPR dari Partai Republik, Don Bacon, mengungkapkan bahwa pemerintah Polandia tidak diberi pemberitahuan terlebih dahulu mengenai keputusan tersebut. Langkah sepihak ini dinilai oleh sejumlah pihak sebagai tindakan yang memalukan dalam hubungan diplomatik kedua negara.
Artikel Terkait
Stroke Tak Lagi Milik Lansia: Pria 38 Tahun Alami Serangan Tanpa Sadar, Baru Terdiagnosis Setelah 3 Bulan
HBKB di HR Rasuna Said Ditiadakan 17 Mei, Kembali Digelar Juni 2026
Polisi Tetapkan Pemuda MR sebagai Tersangka Penodongan dan Pelindasan Mahasiswi Unpad di Sumedang
nubia Neo 5 Series Resmi Meluncur di Indonesia, Bawa Kipas Pendingin dan Baterai 6.210 mAh