Transformasi digital yang kian masif tidak hanya mengubah peta komunikasi masyarakat, tetapi juga memunculkan kebutuhan baru di dunia industri akan sumber daya manusia yang adaptif, kreatif, dan memiliki kemampuan komunikasi digital yang mumpuni. Menjawab tantangan itu, Universitas Hasanuddin (Unhas) bersama Gojek menghadirkan ruang belajar kolaboratif yang mempertemukan mahasiswa dengan praktisi industri kreatif dan ekosistem digital nasional. Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi dalam menyiapkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu membaca dan merespons dinamika ekonomi digital yang terus berubah.
Melalui pendekatan dialog berbasis pengalaman praktis, mahasiswa diajak untuk melihat media sosial bukan sekadar ruang ekspresi pribadi, melainkan sebagai instrumen strategis. Platform digital, menurut para narasumber, dapat digunakan untuk membangun personal branding, memperluas jejaring profesional, hingga membuka peluang karier yang lebih luas. Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unhas, Muhammad Ruslin, menegaskan bahwa perguruan tinggi saat ini dituntut untuk menghadirkan pengalaman belajar yang lebih kontekstual dan relevan dengan kebutuhan industri masa depan. Menurutnya, kampus tidak lagi hanya menjadi tempat transfer pengetahuan formal, tetapi juga berperan membentuk lulusan yang tangkas, adaptif, dan mampu bersaing dalam lanskap kerja yang semakin dinamis.
“Kampus menghadirkan berbagai mitra agar mahasiswa memiliki kesempatan membangun jejaring yang lebih luas. Dari kampus inilah nantinya lahir alumni-alumni yang mampu beradaptasi dengan perubahan dan kebutuhan dunia kerja,” ujar Prof Ruslin. Ia menambahkan, Unhas terus memperkuat desain pembelajaran berbasis pengalaman melalui berbagai program penguatan kompetensi, termasuk Mata Kuliah Penguatan Kompetensi (MKPK). Program itu memberi ruang bagi mahasiswa untuk berinteraksi langsung dengan dunia industri, masyarakat, dan berbagai tantangan nyata di lapangan.
Di sisi lain, Prof Ruslin menilai kebutuhan industri saat ini tidak lagi hanya berorientasi pada kemampuan akademik. Soft skills, kemampuan komunikasi, jejaring, dan kreativitas menjadi kompetensi penting yang harus dimiliki generasi muda. “Sekarang kebutuhan industri bukan hanya lulusan dengan kemampuan akademik yang baik, tetapi juga talenta yang memiliki value, kemampuan komunikasi, jejaring, dan skill tambahan. Karena itu, mahasiswa harus aktif bergaul, membangun relasi, dan membuka diri terhadap pengalaman baru,” tambahnya.
Kolaborasi bersama Gojek dinilai menjadi bagian penting dalam menghadirkan ekosistem pembelajaran yang lebih dekat dengan realitas industri digital. Kehadiran pelaku industri secara langsung memberi kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami perubahan tren komunikasi digital, perilaku audiens, hingga strategi pengelolaan media sosial yang efektif dan produktif. Kegiatan yang dikemas melalui “Zona Muda Gojek Talkshow” tersebut berlangsung di Arsjad Rasjid Lecture Theatre Universitas Hasanuddin pada Selasa (12/5) dan diikuti oleh ratusan mahasiswa yang antusias mengikuti rangkaian diskusi interaktif.
Talkshow tersebut mengangkat tema social media management di era digital dengan menghadirkan content creator dan praktisi industri kreatif, Adi Surya dan Anggu Batary, serta dimoderatori oleh Anzar Ahmad. Diskusi membahas berbagai aspek pengelolaan media sosial, mulai dari strategi membangun konten yang relevan, menjaga konsistensi komunikasi digital, memahami karakter audiens, hingga membangun citra positif di ruang publik digital. Tema ini dinilai semakin relevan di tengah meningkatnya kebutuhan industri terhadap talenta kreatif yang mampu mengintegrasikan kemampuan komunikasi, kreativitas, dan pemanfaatan teknologi digital secara efektif.
Sementara itu, media sosial kini berkembang menjadi medium strategis yang tidak hanya membentuk citra personal maupun institusi, tetapi juga membuka peluang kolaborasi, pengembangan usaha, hingga karier profesional lintas sektor. Dalam kegiatan ini turut hadir Head of Regional Public Policy & Government Relations Gojek, Mohammad Khomeiny, serta Head of Regional Corporate Affairs Gojek for East Indonesia, Mulawarman. Keterlibatan Gojek menunjukkan komitmen perusahaan dalam mendukung pengembangan kapasitas generasi muda, khususnya dalam menghadapi perubahan ekosistem ekonomi kreatif dan digital di Indonesia.
Artikel Terkait
OJK: Program Penjaminan Polis Jadi Fondasi Baru Perlindungan Pemegang Polis
Joey Pelupessy Akui Duet dengan Ivar Jenner di Lini Tengah Timnas Indonesia Mulai Tumbuh
Trump Klaim Iran Tembak Jatuh Helikopter Apache AS di Selat Hormuz, Dua Pilot Selamat
TNI Bantah Sekolah di Ende Digusur untuk Bangun Koperasi, Beberkan Kronologi Kerusakan Bangunan