Stroke tidak lagi menjadi momok yang hanya mengintai lanjut usia. Di usia produktif sekalipun, serangan mendadak bisa mengubah hidup seseorang dalam sekejap, seperti yang dialami oleh Irwan. Pria ini menceritakan pengalamannya ambruk saat bekerja, namun baru mengetahui bahwa dirinya terkena stroke setelah tiga bulan berlalu. Apa yang awalnya dianggap sebagai kelelahan biasa, ternyata merupakan gejala awal dari kondisi yang jauh lebih serius.
Dalam episode program kesehatan tersebut, praktisi kesehatan Boyke Dian Nugraha bersama Prettysia Suvarly mengupas tuntas bahaya stroke dan berbagai gejala yang kerap diabaikan. Salah satu topik yang disorot adalah apraksia, yaitu gangguan urutan gerak yang sering dialami oleh penyintas stroke. Diskusi juga mencakup pentingnya pola hidup sehat, pengendalian tekanan darah dan kolesterol, kualitas tidur, serta proses pemulihan melalui fisioterapi dan perawatan rutin.
Di sisi lain, program tersebut juga menyoroti sejumlah informasi penting seputar pantangan obat pengencer darah, risiko hipertensi, hingga langkah-langkah pencegahan agar stroke tidak datang tanpa disadari. Semua informasi ini dikemas dalam sajian edukatif yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya penyakit tersebut.
Sementara itu, teknologi laser diperkenalkan sebagai salah satu metode pendukung untuk menjaga kesehatan pembuluh darah. Teknologi ini dirancang untuk memproduksi sinar laser dengan tiga varian warna, yaitu merah, biru, dan kuning. Menurut penjelasan yang disampaikan, sinar laser dapat membantu mengurai penggumpalan darah di pembuluh darah, terutama bagi mereka yang memiliki hipertensi, diabetes, atau kolesterol tinggi.
Alat tersebut digunakan pada pergelangan tangan kiri, sehingga sinarnya dapat menyinari pembuluh nadi dan titik akupuntur di area tersebut. Penggunaan rutin sebanyak dua kali sehari dengan durasi 15 hingga 60 menit disebut dapat membantu memperlancar aliran darah dan mencegah penggumpalan yang menjadi penyebab penyumbatan. Teknologi laser level rendah ini juga diklaim mampu mengendalikan tekanan darah tinggi dengan meningkatkan kualitas darah dan pembuluh darah.
Menariknya, teknologi ini tidak hanya ditujukan bagi mereka yang memiliki keluhan penyakit, tetapi juga sebagai langkah pencegahan bagi individu yang sehat. Dengan kata lain, alat ini diposisikan sebagai pelengkap gaya hidup sehat, bukan sebagai pengganti pengobatan medis. Informasi lebih lanjut mengenai produk dan cara pemesanan dapat diperoleh melalui nomor kontak yang disediakan.
Program kesehatan ini mengingatkan bahwa kualitas darah sangat memengaruhi kualitas hidup seseorang. Oleh karena itu, langkah pencegahan dan deteksi dini menjadi kunci utama dalam menghadapi risiko stroke. Seluruh konten edukatif ini dapat disaksikan melalui program Metro TV "Go Healthy" maupun kanal YouTube resmi yang menyajikan berbagai informasi kesehatan inspiratif lainnya.
Artikel Terkait
Perusahaan China Incar Peluang Besar di Balik Target PLTS 100 GW Indonesia, Soroti Kebutuhan Teknologi Penyimpanan Energi
Presiden Prabowo Resmikan RSUD Lampung Barat dan Buka Munas Hipmi 2026 di Lampung
Investor China dan Hong Kong Dilarang Ikut IPO SpaceX, Alihkan Buruan ke Saham Terkait
Ekonom: RI Tak Akan Ulangi Krisis 1998, Tantangan Kini Bergeser ke Daya Beli Kelas Menengah