Trump Tinggalkan China Tanpa Terobosan soal Iran, Puji Xi namun Tak Berkomitmen soal Taiwan

- Jumat, 15 Mei 2026 | 23:15 WIB
Trump Tinggalkan China Tanpa Terobosan soal Iran, Puji Xi namun Tak Berkomitmen soal Taiwan

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, meninggalkan China pada Jumat (15/5/2026) tanpa membawa terobosan berarti atau dukungan nyata untuk mengakhiri konflik dengan Iran, meskipun selama dua hari ia terus memuji tuan rumahnya, Presiden China Xi Jinping.

Kunjungan ini merupakan yang pertama bagi Trump ke China sejak perjalanan terakhirnya pada 2017. Dalam pertemuan singkat dengan wartawan saat perjalanan kembali ke Amerika Serikat, Trump mengungkapkan bahwa Xi menentang kemerdekaan Taiwan. Namun, ia enggan memberikan tanggapan lebih lanjut.

“Saya mendengarkannya. Saya tidak berkomentar. Saya tidak membuat komitmen apa pun,” ujar Trump. Ia menambahkan bahwa setelah berbicara dengan Presiden Taiwan Lai Ching-te, ia akan melanjutkan penjualan senjata yang sempat tertunda ke Taiwan.

Pernyataan tersebut menjadi komentar spontan pertama setelah dua hari berada di Beijing. Selama kunjungan, Trump cenderung terkendali dan lebih banyak memusatkan perhatian pada pujian terhadap kehangatan serta wibawa Xi.

“Ini adalah kunjungan yang luar biasa. Saya pikir banyak hal baik telah dihasilkan darinya,” kata Trump kepada Xi dalam pertemuan terakhir di kompleks Zhongnanhai.

Di sisi lain, Trump tampak mencari kemenangan bisnis jangka pendek, seperti kesepakatan penjualan jet Boeing. Sementara itu, Xi lebih banyak membahas pengaturan ulang hubungan jangka panjang untuk mempertahankan arus perdagangan dengan Washington.

“Hingga saat ini, China belum mengusulkan alternatif. Namun, jika pihak AS setuju, itu adalah kemajuan,” ujar Da Wei, Direktur Pusat Keamanan dan Strategi Internasional di Universitas Tsinghua, Beijing.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar