Suasana pagi di Klapanunggal, Bogor, terasa tenang namun berwarna. Sebelum suara takbir berkumandang, aparat kepolisian sudah terlihat berjaga di beberapa titik. Mereka mengamankan sejumlah masjid yang akan digunakan untuk Salat Id, memastikan ibadah berjalan tanpa halangan.
Kapolsek Klapanunggal, Iptu Asep Saifurrohman, menjelaskan situasinya. Menurutnya, pengamanan memang sudah disiagakan jauh sebelum jamaah mulai berdatangan.
"Di Masjid Babussalam, Kampung Bantarkopo, sejak pagi sekitar 200 jamaah memadati masjid untuk menunaikan ibadah di hari yang penuh kemenangan," ujarnya pada Sabtu (21/3/2026).
Rupanya, situasi serupa juga terjadi di tempat ibadah lain. Salat Id berlangsung dengan lancar, aman, dan tanpa ada gangguan yang berarti. Asep pun merasa lega. Dia memastikan perayaan Idul Fitri 1447 H di wilayahnya berjalan dengan damai.
"Berdasarkan hasil pemantauan, situasi kamtibmas di wilayah hukum Polsek Klapanunggal terpantau aman dan kondusif," jelas Asep. "Masyarakat bisa merayakan Idul Fitri dengan nyaman, damai, dan penuh kebersamaan."
Namun begitu, pengamanan tidak hanya terpusat di masjid. Polisi juga memperhatikan titik-titik keramaian lain, terutama fasilitas publik. Sejak sehari sebelumnya, patroli sudah digelar di Stasiun Nambo dan sejumlah tempat umum.
"Langkah ini kami ambil untuk mengantisipasi potensi gangguan," ungkapnya. Fokusnya adalah menjaga ketertiban di kawasan transportasi yang biasanya ramai saat arus mudik dan balik.
Data dari hari sebelumnya menunjukkan, ada 754 penumpang yang menggunakan layanan KRL. Rinciannya, 514 orang menuju Jakarta, sementara 240 penumpang tiba di Stasiun Nambo.
Angkanya memang terlihat, tapi tidak sampai membuat kewalahan. "Aktivitas masyarakat cukup tinggi, tapi tidak ada lonjakan penumpang yang signifikan," pungkas Kapolsek. "Alhamdulillah, arus penumpang berjalan lancar, tertib, dan terkendali. Tidak ada kepadatan yang berlebihan."
Artikel Terkait
Mantan Bos Sritex Iwan Setiawan Divonis 14 Tahun Penjara atas Korupsi Kredit Perusahaan
AHY Dorong Koridor Hijau Jadi Standar Baru Infrastruktur Nasional
Program Cek Kesehatan Gratis Capai 100 Juta Peserta, 663 Ribu Anak Terindikasi Hipertensi
CKG Pemerintah Capai 100 Juta Peserta, Skrining Temukan 663 Ribu Anak Alami Tekanan Darah Tinggi