Fenomena judi daring, kecanduan gawai, krisis kesehatan mental, hingga perundungan di lingkungan pendidikan menjadi sorotan serius dalam forum kaderisasi Nahdlatul Ulama (NU) di Cirebon. Persoalan-persoalan tersebut dinilai sebagai tantangan besar yang kini membayangi generasi muda Indonesia di era digital.
Hal itu disampaikan oleh KH Miftah Maulana Habiburrahman, atau yang akrab disapa Gus Miftah, dalam kegiatan Pengembangan dan Mobilisasi Kader NU (PMKNU) Cirebon. Acara yang turut menghadirkan Gus Ipang Wahid dan KH Imam Jazuli itu membahas berbagai isu aktual yang berkaitan dengan masa depan anak muda, pendidikan pesantren, serta tantangan sosial di tengah pesatnya perkembangan teknologi.
Menurut Gus Miftah, tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini tidak lagi terbatas pada persoalan ideologi atau pergaulan. Kemajuan teknologi digital, lanjutnya, memang membuka banyak peluang, tetapi di sisi lain juga memunculkan ancaman sosial baru yang perlu diantisipasi secara kolektif.
“Anak muda hari ini menghadapi tantangan yang berbeda. Judi online, kecanduan gadget, krisis mental, sampai kekerasan dan bullying adalah masalah nyata yang tidak boleh dianggap sepele,” ujar Gus Miftah.
Ia menegaskan bahwa pesantren harus mampu menjadi ruang yang aman dan sehat bagi para santri, tidak hanya dari sisi pendidikan agama, tetapi juga dalam aspek mental dan sosial. Karena itu, penguatan karakter, pengawasan, serta kepedulian terhadap kondisi psikologis generasi muda dinilai semakin krusial.
Dalam forum tersebut, Gus Miftah juga menekankan bahwa dakwah dan proses kaderisasi NU perlu terus beradaptasi dengan perkembangan zaman. Menurutnya, organisasi keagamaan harus hadir memberikan solusi konkret terhadap persoalan yang sedang dihadapi masyarakat, terutama kalangan anak muda.
“NU harus hadir bukan hanya bicara soal masa lalu, tetapi juga mampu menjawab masalah-masalah yang sedang dihadapi generasi muda saat ini,” katanya.
Sementara itu, forum PMKNU juga mendorong para kader muda NU agar lebih peka terhadap persoalan sosial di lingkungan sekitar. Mereka diharapkan mampu membangun pola dakwah yang lebih relevan dengan era digital tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar pesantren dan tradisi ke-NU-an.
Kegiatan PMKNU sendiri merupakan bagian dari proses kaderisasi kepemimpinan NU yang membahas beragam isu strategis, mulai dari transformasi digital, pendidikan, media sosial, ekonomi umat, hingga tantangan generasi muda di tengah perkembangan teknologi dan algoritma digital. Melalui forum tersebut, NU berharap dapat melahirkan generasi muda yang tidak hanya kuat secara spiritual dan intelektual, tetapi juga mampu menghadapi tantangan sosial modern dengan pendekatan yang lebih bijak dan solutif.
Artikel Terkait
Stroke Tak Lagi Milik Lansia: Pria 38 Tahun Alami Serangan Tanpa Sadar, Baru Terdiagnosis Setelah 3 Bulan
HBKB di HR Rasuna Said Ditiadakan 17 Mei, Kembali Digelar Juni 2026
Polisi Tetapkan Pemuda MR sebagai Tersangka Penodongan dan Pelindasan Mahasiswi Unpad di Sumedang
nubia Neo 5 Series Resmi Meluncur di Indonesia, Bawa Kipas Pendingin dan Baterai 6.210 mAh