Warga Lagoa Desak Tanggul Ditinggikan Usai Rob Nyapu Permukiman

- Sabtu, 06 Desember 2025 | 00:55 WIB
Warga Lagoa Desak Tanggul Ditinggikan Usai Rob Nyapu Permukiman

JAKARTA - Pada Jumat lalu, anggota DPRD DKI Jakarta Dina Masyusin menyempatkan diri blusukan ke kawasan Lagoa, Koja. Kunjungannya ke wilayah Jakarta Utara itu langsung disambut keluhan warga. Masalahnya klasik: luapan air kali saat banjir rob menerjang.

Ketua RW 05 setempat, Samin, tak sungkan menyampaikan keresahannya. Ia menceritakan, rob yang terjadi belum lama ini hampir saja merendam permukiman.

“Airnya meluap sampai ke jalan, nyaris masuk rumah. Makanya kami berharap tanggul di sini bisa ditinggikan,” ujar Samin saat berbincang dengan Dina di lokasi.

Menurutnya, persoalan ini bukan kali pertama. Dampak rob sudah sering dirasakan, bahkan sampai menyebabkan tanah di sekitar tanggul ambrol. Perbaikan baru selesai sebulan yang lalu. Itulah sebabnya, harapan untuk menaikkan tanggul jadi prioritas warga. Samin punya ide lain. Kalau tanggul sudah dipertinggi, lahan di sekitarnya bisa dialihfungsikan.

“Bisa jadi taman atau RPTRA. Selama ini kan banyak anak-anak main di sekitar sini. Kalau tanggulnya tinggi, lebih aman. Tanahnya juga bisa dimanfaatkan untuk tempat mereka bermain,” katanya.

Di sisi lain, Lurah Lagoa Yuyun Wahyudi punya penjelasan tersendiri. Ia mengakui ada luapan, namun menyebut kejadian air masuk pemukiman adalah hal yang jarang.

“Kejadian kemarin itu karena hujan deras bersamaan dengan rob. Kombinasi ini yang bikin air naik. Tapi insiden seperti ini jarang terjadi,” jelas Yuyun.

Ia melanjutkan, upaya penanganan darurat sudah dilakukan. Air limpasan sempat dialirkan ke Sungai Gendong, lalu dipompa kembali ke sungai utama. “Alhamdulillah, tidak sampai masuk ke dalam rumah warga,” tambahnya. Meski begitu, Yuyun berharap Dinas SDA bisa bergerak lebih cepat. Pembangunan dan peninggian tanggul, dalam pandangannya, penting untuk antisipasi jangka panjang.

Sepanjang kunjungannya, Dina Masyusin tampak meninjau langsung titik-titik yang terdampak. Ia berdiskusi dengan warga dan perwakilan kelurahan di area tanggul, tak lupa menyapa anak-anak yang sedang asyik bermain dekat lapangan futsal. Fakta di lapangan menunjukkan, sebagian wilayah memang belum punya tanggul sama sekali. Sementara yang sudah dibangun, tingginya dinilai belum memadai. Akibatnya, luapan air saat rob atau hujan lebat masih mudah terjadi.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar