AS Hapus Kewajiban Visa Bond bagi Pemegang Tiket Piala Dunia 2026

- Kamis, 14 Mei 2026 | 15:40 WIB
AS Hapus Kewajiban Visa Bond bagi Pemegang Tiket Piala Dunia 2026

Pemerintah Amerika Serikat resmi menghapus kewajiban jaminan visa atau visa bond bagi para pemegang tiket Piala Dunia FIFA 2026. Keputusan ini diumumkan di tengah meningkatnya kekhawatiran akan lonjakan biaya perjalanan yang harus ditanggung penonton internasional yang hendak menyaksikan ajang sepak bola terbesar di dunia tersebut.

Sebelum kebijakan baru ini berlaku, pelancong dari sejumlah negara diwajibkan membayar visa bond sebesar 5.000 hingga 15.000 dolar AS untuk mendapatkan visa kunjungan sementara. Dana tersebut sejatinya akan dikembalikan setelah pengunjung meninggalkan wilayah Amerika Serikat. Aturan itu mulai diterapkan sejak Agustus tahun lalu dan menyasar warga dari 50 negara.

Asisten Menteri Luar Negeri AS untuk Urusan Konsuler, Mora Namdar, menyatakan bahwa pembebasan biaya jaminan ini diberikan bagi penggemar yang memenuhi persyaratan tertentu. Kebijakan tersebut berlaku untuk mereka yang telah membeli tiket Piala Dunia dan mendaftar dalam program FIFA PASS hingga 15 April 2026.

“Kami tetap berkomitmen memperkuat prioritas keamanan nasional AS sambil memfasilitasi perjalanan yang sah untuk turnamen Piala Dunia mendatang,” ujar Namdar dalam pernyataan resminya.

Sebelumnya, pemerintah AS juga telah memberikan pengecualian serupa bagi anggota tim peserta yang memenuhi syarat, termasuk pemain, pelatih, dan staf pendukung. Meski demikian, Departemen Luar Negeri AS menegaskan bahwa seluruh pengunjung tetap harus melalui proses pemeriksaan visa standar.

Setidaknya terdapat lima negara peserta Piala Dunia yang sebelumnya masuk dalam kebijakan visa bond, yaitu Algeria, Cabo Verde, Pantai Gading, Senegal, dan Tunisia. Sementara itu, kebijakan imigrasi yang diterapkan pemerintahan Presiden Donald Trump sebelumnya menjadi sorotan karena dinilai bertentangan dengan komitmen FIFA yang ingin menjadikan Piala Dunia 2026 sebagai turnamen paling inklusif dalam sejarah.

Di sisi lain, setidaknya 39 negara masih berada dalam cakupan larangan perjalanan yang lebih luas. Iran dan Haiti, misalnya, yang juga merupakan peserta Piala Dunia, masih terkena dampak kebijakan tersebut. Pantai Gading dan Senegal pun masih dikenakan pembatasan perjalanan parsial.

Departemen Luar Negeri AS memperkirakan sekitar 10 juta pengunjung akan datang ke negara tersebut selama penyelenggaraan Piala Dunia 2026. Turnamen dijadwalkan dimulai pada 11 Juni dan berlangsung di sejumlah kota di Amerika Serikat, Meksiko, serta Kanada.

Sejumlah organisasi hak asasi manusia juga menyoroti isu penegakan kebijakan imigrasi selama penyelenggaraan turnamen, termasuk peran Immigration and Customs Enforcement (ICE) dalam pengamanan pertandingan di Amerika Serikat.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar