Atmosfer panas mulai menyelimuti PSM Makassar jelang laga kontra Persib Bandung. Di tengah perjuangan Pasukan Ramang menutup musim dengan hasil terbaik, badai rumor transfer justru datang lebih cepat. Satu per satu nama pilar utama Juku Eja mulai dikaitkan dengan klub rival. Dari Persebaya Surabaya, Persija Jakarta, hingga Bali United, semuanya disebut mulai bergerak agresif memburu pemain PSM untuk musim depan.
Situasi ini bukan sekadar rumor biasa. Dalam beberapa pekan terakhir, isu eksodus pemain PSM semakin kencang berembus. Penyebabnya jelas: banyak kontrak pemain inti akan habis pada pertengahan 2026. Kondisi tersebut membuat klub-klub besar Super League mencoba bergerak lebih awal agar bisa mendapatkan pemain berkualitas tanpa harus mengeluarkan biaya transfer besar.
Nama pertama yang paling ramai dibicarakan adalah Aloisio Neto. Bek asal Brasil itu kembali menjadi komoditas panas setelah tampil konsisten menjaga lini belakang PSM dalam dua musim terakhir. Musim ini saja, Neto mencatatkan 23 pertandingan dengan kontribusi satu gol dan satu assist. Catatan itu memang tidak terlalu mencolok untuk ukuran pemain depan, tetapi bagi seorang bek tengah, stabilitas performanya menjadi nilai yang sangat mahal.
Akun fanbase PSM, @highlight_psm, menyebut Aloisio Neto kini masuk radar tiga klub besar sekaligus. Dalam unggahannya disebutkan bahwa Persebaya Surabaya, Persija Jakarta, dan Bali United sama-sama tertarik mengamankan jasa sang pemain untuk kompetisi musim depan. Kontrak Neto sendiri akan habis pada 30 Juni 2026, sehingga peluang hengkang terbuka sangat lebar.
Bukan tanpa alasan Aloisio Neto jadi rebutan. Pada musim sebelumnya, ia tampil luar biasa bersama PSM dengan torehan enam gol dan satu assist dari 31 pertandingan. Produktivitas itu membuatnya dianggap sebagai salah satu bek asing paling komplet di kompetisi domestik. Ia kuat dalam duel udara, disiplin menjaga lini belakang, sekaligus punya ancaman besar saat situasi bola mati.
Selain Neto, nama Victor Luiz juga menjadi pusat perhatian. Bek kiri asal Brasil tersebut tampil sangat impresif sepanjang musim ini bersama PSM. Dari 27 pertandingan, Victor Luiz berhasil mencatatkan satu gol dan sembilan assist. Statistik itu menjadikannya salah satu bek kiri paling produktif di Super League musim ini.
Persaingan mendapatkan Victor Luiz bahkan disebut lebih panas. Persebaya Surabaya, Persib Bandung, dan Persija Jakarta sama-sama dikabarkan memantau situasinya. Namun, Persija disebut menjadi klub yang paling serius. Akun @transferliga1dan2 bahkan mengungkapkan bahwa Macan Kemayoran telah mencapai kesepakatan verbal dengan sang pemain.
Dalam unggahan yang telah ramai dibahas di media sosial, akun tersebut menyebut Persija sudah berada di posisi terdepan untuk mengamankan Victor Luiz jika PSM gagal mempertahankannya. Disebutkan pula statistik Victor Luiz musim ini menjadi alasan utama mengapa Persija bergerak cepat untuk mengunci transfer lebih awal.
Bila transfer itu benar-benar terjadi, maka Persib Bandung dan Persebaya Surabaya dipastikan harus gigit jari kehilangan salah satu target utama mereka.
Namun ancaman terbesar bagi PSM tampaknya datang dari Persebaya Surabaya. Klub berjuluk Green Force itu disebut menjadi tim paling agresif dalam memburu pemain Pasukan Ramang. Ada faktor penting yang membuat Persebaya sangat percaya diri: keberadaan Bernardo Tavares.
Pelatih asal Portugal tersebut memang punya kedekatan emosional dengan banyak pemain PSM. Selama menangani Juku Eja, Bernardo sukses membangun hubungan kuat dengan para pemain asing maupun lokal. Tidak heran jika kini beberapa anak asuh lamanya mulai dikaitkan mengikuti jejak sang pelatih.
Nama Yuran Fernandes menjadi salah satu contoh paling nyata. Bek asal Tanjung Verde itu dikabarkan siap bergabung dengan Persebaya musim depan. Dalam laporan yang beredar di media sosial, disebutkan bahwa Yuran Fernandes dan Victor Dethan berpotensi hijrah bersama jika proses negosiasi berjalan lancar.
Selama membela PSM di era Bernardo Tavares, Yuran memang menjelma menjadi sosok sentral. Ia sudah mencatatkan 106 penampilan dengan kontribusi 15 gol dan delapan assist. Bukan hanya tangguh dalam bertahan, Yuran juga dikenal sebagai pemimpin di lapangan dan bagian penting saat PSM menjuarai Liga 1 2022.
Selain Yuran, Rizky Eka juga mulai dihubungkan dengan Persebaya. Winger berusia 26 tahun itu disebut masuk dalam daftar pemain lokal yang diincar Green Force untuk memperkuat sektor serang musim depan. Kontrak Rizky yang segera habis membuat peluang transfer semakin terbuka.
Sementara itu, Syahrul Lasinari disebut menjadi nama yang paling dekat menuju Surabaya. Bek lokal tersebut bahkan dikabarkan sudah mencapai kesepakatan awal dengan Persebaya untuk musim depan.
Di tengah agresivitas Persebaya, Persija Jakarta ternyata tidak tinggal diam. Klub ibu kota itu justru disebut beberapa kali berhasil menikung target rival. Selain Victor Luiz, Persija juga dikabarkan sukses mengamankan Victor Dethan.
Padahal sebelumnya, Dethan sempat lebih dulu dikaitkan dengan Persebaya karena faktor Bernardo Tavares. Namun situasi berubah cepat. Akun @gosball menyebut winger muda berdarah Indonesia-Kanada itu akan bergabung ke Persija setelah kontraknya bersama PSM habis akhir musim ini.
Victor Dethan memang menjadi salah satu aset paling berharga milik PSM saat ini. Pemain berusia 21 tahun tersebut mulai dikenal publik sejak menjalani debut bersama PSM saat menghadapi Bali United pada 29 Juli 2022. Kecepatan, keberanian duel satu lawan satu, dan kemampuan bermain di berbagai sisi serangan membuatnya diproyeksikan sebagai salah satu winger masa depan Indonesia.
Di sisi lain, Persib Bandung memilih bergerak lebih tenang. Maung Bandung disebut fokus memburu pemain muda potensial. Nama Daffa Salman kini menjadi salah satu target utama mereka. Bek asal Tasikmalaya itu diproyeksikan sebagai investasi jangka panjang lini belakang Persib.
Meski musim ini baru tampil lima kali dengan total 410 menit bermain, Daffa dianggap memiliki potensi besar untuk berkembang. Faktor kedekatan dengan kampung halaman juga diyakini menjadi salah satu alasan yang bisa memuluskan langkah Persib mendapatkan tanda tangannya.
Jika seluruh rumor tersebut benar-benar menjadi kenyataan, maka PSM Makassar akan menghadapi situasi yang sangat berat musim depan. Bukan hanya kehilangan pemain inti, tetapi juga kehilangan fondasi utama tim yang dibangun dalam beberapa musim terakhir.
Kini manajemen PSM berada di persimpangan jalan. Mereka harus bergerak cepat memperpanjang kontrak pemain kunci atau bersiap menghadapi eksodus besar-besaran. Sebab jika satu demi satu tulang punggung tim benar-benar pergi, maka ancaman penurunan kualitas skuad akan menjadi sesuatu yang sulit dihindari.
Dan di tengah situasi yang belum menentu itu, laga kontra Persib Bandung terasa lebih dari sekadar pertandingan biasa. Bagi PSM, ini bukan hanya soal tiga poin, tetapi juga tentang menjaga harga diri di tengah rumor besar yang terus menggerogoti ruang ganti Pasukan Ramang.
Artikel Terkait
Inter Milan Juara Coppa Italia 2026, Genapi Gelar Ganda Domestik Perdana dalam 16 Tahun
Veda Ega Unggul Statistik atas Hakim Danish di Catalunya, Berpeluang Rebut Podium Moto3
Ibunda Pelatih Bojan Hodak Wafat di Kroasia, Tetap Pimpin Persib di Dua Laga Akhir Musim
FIFA Umumkan Shakira, Madonna, dan BTS Jadi Bintang Pertunjukan Paruh Waktu Final Piala Dunia 2026