MADRID LaLiga, operator kompetisi sepak bola top Spanyol, kini mengerahkan upaya lebih keras untuk melawan pembajakan digital. Yang jadi sasaran utama? Media sosial dan berbagai platform teknologi yang dinilai menjadi sarana penyebaran konten bajakan secara masif. Bagi otoritas liga ini, pembajakan siaran olahraga bukan lagi sekadar pelanggaran biasa. Ini adalah kejahatan terstruktur yang secara sistematis menggerogoti industri.
Mereka menolak keras anggapan bahwa aksi pembajakan bisa dikemas sebagai bagian dari kebebasan berekspresi. Justru, praktik ini dipandang sebagai tindak kriminal terorganisir. Dampaknya langsung terasa: mengancam nyawa industri olahraga itu sendiri.
Pandangan LaLiga ini rupanya sejalan dengan pendapat Tom Leighton, CEO dan co-founder Akamai. Menurutnya, pembajakan digital jauh lebih berbahaya. Ini bukan cuma soal hak cipta yang dilanggar, tapi juga ancaman serius bagi keamanan siber global.
Presiden LaLiga, Javier Tebas, dengan tegas menyoroti tiga masalah pokok. Dia angkat bicara soal keamanan siber, teknologi penanggulangan yang sebenarnya sudah ada, serta satu hal yang sering luput dari perhatian: persaingan tidak adil.
“Pembajakan juga merupakan masalah keamanan siber (malware, penipuan, dan pencurian kredensial). Teknologinya sudah ada untuk bertindak cepat tanpa mengorbankan kinerja maupun proses hukum. Pertanyaannya, apakah Anda merancang infrastruktur untuk mencegah kejahatan atau justru menutup mata,”
ungkap Tebas melalui sebuah unggahan di X.
Dalam cuitan yang sama, dia bahkan menyebut langsung akun @elonmusk. Langkah ini jelas bukan tanpa maksud. Ini adalah sinyal kuat, sebuah simbol keseriusan LaLiga untuk mendesak platform digital global agar lebih bertanggung jawab menekan konten bajakan.
Lalu, siapa saja yang sebenarnya terancam? Jawabannya luas. Pembajakan digital ini mengancam keberlangsungan klub-klub sepak bola, memangkas ribuan lapangan kerja, dan menggerus investasi jangka panjang untuk pengembangan sepak bola usia dini serta bibit pemain muda.
Artikel Terkait
VAR dan Dilema Sepak Bola Modern: Akurasi atau Jiwa Permainan?
El Clasico Para Legenda Siap Meriahkan HUT ke-500 Jakarta
PSBS Biak Hancurkan Bhayangkara 4-1 di Maguwoharjo
Megawati dan Yolla Pulang Kampung, Berapa Gaji Mereka di Proliga 2026?