PT Plaza Indonesia Realty Tbk (PLIN) memutuskan untuk memusatkan perhatian pada revitalisasi sejumlah aset utama sebagai strategi utama mendongkrak kinerja perusahaan pada tahun 2026. Langkah ini diambil di tengah optimisme terhadap tiga lini bisnis inti, yaitu pusat perbelanjaan, hotel, dan gedung perkantoran, yang dinilai masih memiliki potensi pertumbuhan.
Direktur PLIN, Evy Tirtasudira, mengungkapkan bahwa perseroan secara konsisten menjalankan program peremajaan dan peningkatan kualitas aset secara bertahap. Program tersebut, menurut dia, berjalan dengan dukungan serta pengawasan penuh dari Dewan Komisaris. “Perseroan terus melaksanakan program peremajaan dan peningkatan kualitas aset secara bertahap dengan dukungan dan pengawasan Dewan Komisaris,” ujar Evy dalam laporan hasil public expose yang disampaikan melalui keterbukaan informasi, Rabu (13/5/2026).
Sebelumnya, perseroan telah menuntaskan renovasi Grand Hyatt Jakarta. Kini, perhatian mulai dialihkan ke area pusat perbelanjaan, dimulai dari lantai Lower Ground (LB), yang akan dilanjutkan secara bertahap ke area lainnya. Evy menegaskan bahwa seluruh inisiatif pengembangan aset tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, termasuk dalam pengelolaan belanja modal atau capital expenditure (capex).
Sementara itu, Direktur Utama PLIN, Anthony Prabowo Susilo, menilai momentum belanja masyarakat dan aktivitas usaha masih menunjukkan tren yang relatif positif. Meskipun kondisi ekonomi global masih dibayangi ketidakpastian, ia melihat optimisme tersebut tercermin dari performa segmen perhotelan yang masih cukup solid sejak awal 2025. “Perseroan hingga saat ini belum melihat adanya indikasi material yang mengharuskan perubahan terhadap rencana bisnis yang telah ditetapkan,” ujar Anthony.
Di sisi lain, perseroan tetap menerapkan strategi konservatif dengan fokus pada efisiensi biaya. Pemantauan ketat terhadap perkembangan geopolitik global juga terus dilakukan, mengingat potensi dampaknya terhadap kegiatan usaha. Dengan pendekatan ini, PLIN berupaya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan mitigasi risiko di tengah dinamika ekonomi yang belum sepenuhnya stabil.
Artikel Terkait
40 Perusahaan Baja China Berkomitmen Penuhi Kewajiban Pajak Usai Didatangi Tim Gabungan DJP dan Bea Cukai
Hari Pertama Libur Panjang, KAI Catat 685.933 Tiket Kereta Terjual
PLN Luncurkan Kampanye Green Future Powered Today, Tukar Poin Naik MRT dan Bus Listrik dengan Voucher Listrik
Libur Panjang Akhir Pekan, Ribuan Pengunjung Padati Kebun Binatang Ragunan Sejak Pagi