"Kemajuan dalam pengolahan mineral, manufaktur, dan rantai pasokan terkait diperkirakan akan terus menarik investasi domestik dan asing, mendukung penciptaan lapangan kerja formal,"
Begitu penjelasan ADB lebih lanjut.
Lembaga itu juga menilai, reformasi struktural untuk memperkuat iklim bisnis punya peran krusial. Ditambah kondisi pembiayaan yang mendukung, hal-hal ini kemungkinan besar akan mendorong pembentukan modal. Proyek infrastruktur publik dan proyek strategis pemerintah, menurut mereka, akan tetap menjadi pelengkap penting bagi investasi dari swasta.
Sementara itu, ada sedikit catatan mengenai inflasi. ADB memproyeksikan inflasi rata-rata mungkin akan naik sedikit menjadi 2,5 persen pada 2026. Angka ini masih tergolong rendah dan terkendali, sih. Tapi tetap perlu diwaspadai.
Secara keseluruhan, laporan ini memberikan gambaran yang cerah. Tapi seperti biasa, realisasi di lapanganlah yang nanti berbicara.
Artikel Terkait
Meta Diapresiasi Patuhi Aturan Anak, Google Ditegur Pemerintah
Gubernur DKI Minta PLN Jamin Tak Ada Lagi Pemadaman Listrik Mendadak
Pariwisata Indonesia Tumbuh, Kunjungan Wisman Naik 13,37% pada Februari 2026
Aturan WFH ASN Berlaku, Kantor Imigrasi Tetap Buka Penuh