Di ruang rapat Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyampaikan kabar yang tak sepenuhnya mengejutkan. Kementeriannya kembali diminta mengencangkan ikat pinggang anggaran. Permintaan efisiensi itu datang dari Kemenkeu lewat sebuah surat yang baru diterima awal April 2026 lalu.
"Kami juga ingin sampaikan bahwa kita baru menerima surat dari Kementerian Keuangan tanggal 1 April bahwa ada efisiensi anggaran yang bersumber dari rupiah murni," ujar Yassierli dalam Rapat Kerja dengan Komisi IX DPR, Kamis (9/4).
Nilai yang harus dihemat cukup signifikan. Totalnya mencapai Rp181,8 miliar lebih. Rinciannya, ada pergeseran dari Bagian Anggaran Bendahara Umum (BA BUN) sebesar itu, yang terdiri dari Rincian Output Khusus sekitar Rp122,1 miliar dan hasil identifikasi efisiensi Kemenkeu sendiri sebesar Rp59,6 miliar.
Namun begitu, meski surat sudah di tangan, Menaker mengaku belum bisa memastikan dampaknya. Program mana yang bakal terkena imbas pemotongan? Pertanyaan itu masih menggantung.
Artikel Terkait
Kekayaan 500 Orang Terkaya Dunia Melonjak Rp4.500 Triliun dalam Sehari
Trump Tegaskan Pasukan AS Tak Akan Ditarik dari Dekat Iran Tanpa Kesepakatan Permanen
KAI Daop 1 Jakarta Peringatkan Masyarakat Soal Penipuan Rekrutmen Palsu di TikTok
Kemenperin Soroti Penurunan Produksi Kendaraan Niaga di Tengah Kebutuhan Logistik yang Meningkat