Pertamina NRE Gandeng Perusahaan Singapura Kembangkan Biometanol dari Biogas di Sei Mangkei

- Kamis, 09 April 2026 | 10:00 WIB
Pertamina NRE Gandeng Perusahaan Singapura Kembangkan Biometanol dari Biogas di Sei Mangkei

Di Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei, Sumatera Utara, sebuah langkah kolaborasi baru saja dimulai. Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) resmi menjalin kerja sama dengan CRecTech Pte. Ltd., sebuah perusahaan teknologi bersih asal Singapura. Intinya, mereka mau eksplorasi pengembangan fasilitas percontohan untuk mengubah biogas menjadi biometanol di sana.

Nah, soal CRecTech ini, mereka punya keahlian khusus. Perusahaan ini punya teknologi katalitik bernama CRecREF. Teknologi itu bisa mengonversi gas berbasis karbon yang sering dianggap limbah menjadi bahan kimia dan bahan bakar bernilai tinggi. Fokusnya jelas: mendukung upaya dekarbonisasi dan mengembangkan apa yang disebut kimia hijau.

CEO Pertamina NRE, John Anis, menyebut kerja sama ini sebagai langkah strategis. Tujuannya, mendorong pemanfaatan sumber daya energi terbarukan dalam negeri, terutama biogas yang potensinya di Indonesia sangat besar.

"Kolaborasi ini merupakan langkah konkret Pertamina NRE dalam mengakselerasi pemanfaatan biogas menjadi produk bernilai tambah tinggi seperti biometanol,"

Ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (9/4/2026). Menurutnya, inisiatif ini bukan cuma buka peluang untuk bahan bakar hijau generasi berikutnya. Tapi juga bisa jadi tonggak penting bagi posisi Indonesia dalam rantai pasok energi bersih global. Di sisi lain, pengembangan biometanol ini berpotensi mendukung upaya pengurangan emisi di sektor maritim. Bonusnya, nilai tambah ekonomi dari sumber daya lokal pun bisa tercipta.

Lalu, bagaimana rencana kerjanya? Melalui nota kesepahaman ini, kedua pihak akan melakukan studi bersama. Mereka akan mengevaluasi kelayakan pembangunan fasilitas percontohan tadi di KEK Sei Mangkei. Kalau hasil studinya positif, kolaborasi akan berlanjut. Teknologi CRecREF akan dimanfaatkan di Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) yang sudah ada di lokasi tersebut.

Dari pihak CRecTech, CEO Kang Hui Lim menjelaskan keunggulan teknologi mereka. Teknologi CRecREF ini dirancang khusus untuk aplikasi semacam ini.

"Potensi biogas di Indonesia sangat besar, dan Pertamina NRE merupakan mitra yang tepat untuk mengubah keunggulan sumber daya tersebut menjadi pasokan biometanol yang bernilai komersial. Kami senang dapat meresmikan kolaborasi ini dan menantikan pembuktian potensi yang dapat diwujudkan di Sei Mangkei,"

Kata dia. Teknologi mereka diklaim bisa mengolah aliran biogas berkualitas rendah langsung di lokasi produksi, lalu mengubahnya jadi bahan kimia hijau bernilai tinggi. Yang menarik, proses ini dikatakan tak butuh investasi besar seperti pada pabrik metanol konvensional.

Latar belakang kerja sama ini juga cukup kuat. Dunia sedang berlomba transisi dari bahan bakar laut konvensional ke alternatif yang lebih ramah lingkungan. Sektor pelayaran internasional punya tekanan besar untuk beralih ke bahan bakar rendah karbon. Di sinilah biometanol punya peluang.

Dan Indonesia? Potensinya memang menjanjikan. Sumber biogas yang signifikan bisa didapat dari sektor kelapa sawit, tepatnya dari limbah cair pabrik kelapa sawit atau POME. Pertamina NRE sendiri sudah mengidentifikasi beberapa lokasi dalam portofolionya yang punya bahan baku dalam skala besar. Salah satunya ya Sei Mangkei ini. Jadi, kolaborasi ini bukan hanya wacana, tapi punya dasar bahan baku yang nyata di lapangan.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar