Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, telah menyiapkan tujuh kantong parkir dengan daya tampung hingga 1.000 mobil guna mengantisipasi lonjakan kendaraan jemaah yang akan melaksanakan salat Iduladha 1447 Hijriah atau 2026 Masehi pada Rabu, 27 Mei mendatang. Langkah ini diambil untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas dan kenyamanan para jemaah yang diperkirakan memadati kawasan masjid nasional tersebut.
Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar, dalam konferensi pers di kompleks masjid pada Senin, 25 Mei, menyatakan bahwa pihaknya telah mengatur area parkir di samping masjid serta dua lantai basement yang tersedia. “Insyaallah para jemaah jangan khawatir, kita sudah menyiapkan tujuh kantong parkir di samping Istiqlal dan di bawah di kita punya basement dua lantai. Itu kalau kita atur sedemikian rupa bisa kurang lebih 1.000 mobil,” ujarnya.
Selain memanfaatkan area internal, pengelola masjid juga menjalin kerja sama dengan sejumlah institusi di sekitar lokasi untuk memperluas kapasitas parkir. Nasaruddin menyebutkan bahwa Gereja Katedral dan gedung perkantoran di lingkungan tersebut turut dilibatkan dalam penyediaan lahan parkir bagi jemaah. “Kita kerja sama dengan Katedral, ruang parkirnya Katedral itu insyaallah kita juga bisa pakai. Sebaliknya, kalau ada acara-acara Katedral, mereka juga bisa menggunakan space parkir kita,” tuturnya.
Di sisi lain, area parkir di Kementerian Agama serta ruas jalan di sekitar masjid juga disiapkan sebagai lokasi parkir tambahan. Nasaruddin memastikan bahwa jalan di sekeliling Masjid Istiqlal masih dapat digunakan untuk parkir satu lapis. Ia juga menambahkan bahwa jemaah yang datang dari luar kota menggunakan bus tidak perlu khawatir, karena tersedia tempat parkir di kawasan Monumen Nasional (Monas) yang tidak jauh dari masjid. “Perkantoran di sekitar Istiqlal ini juga sudah ada kerja sama yang baik. Kalau yang dari luar kota pakai bus, bus itu juga tidak terlalu jauh dari sini, ada tempat parkir di sekitarnya Monas. Banyak, kok. Motor bisa menyesuaikan,” ucapnya.
Sementara itu, panitia telah menetapkan khatib untuk salat Iduladha tahun ini, yakni Hamdan Juhannis, Rektor UIN Alauddin Makassar. Adapun imam salat dipercayakan kepada Ustaz Ahmad Ansaruddin, alumni Universitas PTIQ Jakarta. Tema yang diusung pada perayaan Iduladha 1447 H adalah “Meneguhkan Spirit Qurban, Merawat Alam dan Kemanusiaan”, yang mencerminkan pesan kepedulian terhadap lingkungan dan nilai-nilai kemanusiaan dalam ibadah kurban.
Artikel Terkait
PLN Sebut Cuaca Buruk Picu Blackout di Sumatera, Pengamat Apresiasi Keterbukaan Informasi
Ledakan di Pabrik Kimia Cilegon Guncang Warga, Perusahaan Masih Investigasi Penyebab
Belvin Tannadi Gugat Denda OJK Rp5,35 Miliar ke PTUN, Klaim Sanksi Belum Berkekuatan Hukum Tetap
Masjid Istiqlal Gelar Salat Iduladha 27 Mei 2026, Menag Umumkan Khatib dan Imam