Waspada Puncak Musim Hujan di Sumsel, Desember 2025 hingga Januari 2026
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Sumatera Selatan (Sumsel) mengeluarkan peringatan dini mengenai puncak musim penghujan di wilayah tersebut. Fase puncak ini diprediksi akan terjadi pada periode Desember 2025 hingga Januari 2026, dengan intensitas curah hujan yang lebih tinggi dan merata di seluruh penjuru Sumsel.
Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Sumsel, Wandayantolis, menekankan bahwa kondisi ini memerlukan antisipasi serius dari semua pihak. Cakupan hujan yang luas berpotensi meningkatkan risiko bencana alam terkait cuaca.
Potensi Bencana Hidrometeorologi yang Mengintai
BMKG mengingatkan bahwa intensitas hujan tinggi pada puncak musim hujan berpotensi memicu berbagai bencana hidrometeorologi. Masyarakat dihimbau untuk mewaspadai ancaman seperti:
- Banjir bandang dan genangan air yang berkepanjangan.
- Tanah longsor, khususnya di daerah perbukitan dan sepanjang aliran sungai.
- Banjir perkotaan akibat sistem drainase yang kewalahan menampung volume air hujan ekstrem.
Pemerintah daerah didorong untuk memastikan fungsi drainase berjalan maksimal, melakukan pemetaan ulang titik-titik rawan bencana, dan memperkuat struktur tanah di area yang rentan mengalami longsor.
Daftar 11 Kabupaten/Kota di Sumsel dengan Kerawanan Tinggi
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel telah memetakan sebelas wilayah yang memiliki tingkat kerawanan paling tinggi terhadap bencana hidrometeorologi. Berikut adalah daftar daerah yang perlu meningkatkan kewaspadaannya:
- Ogan Komering Ulu (OKU)
- OKU Selatan
- Empat Lawang
- Muara Enim
- Lahat
- Ogan Ilir
- Ogan Komering Ilir (OKI)
- Musi Rawas Utara (Muratara)
- Musi Banyuasin (Muba)
- Prabumulih
- Banyuasin
Menurut Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, kesiapsiagaan ekstra sangat dibutuhkan mengingat bencana ini merupakan siklus tahunan. Keterlibatan dan kesadaran penuh masyarakat dalam melakukan langkah pencegahan dinilai sebagai faktor kunci untuk meminimalisir dampak yang ditimbulkan.
Dengan mengetahui periode puncak hujan dan daerah-daerah rawan, diharapkan seluruh elemen masyarakat dan pemerintah dapat bersinergi melakukan langkah antisipasi yang tepat untuk menghadapi musim penghujan yang akan datang.
Artikel Terkait
Pemerintah Siapkan Rp4,97 Triliun untuk Subsidi Beras SPHP 2026, Batas Pembelian Konsumen Diperlonggar
Wali Kota Makassar Resmikan Sekretariat Baru IKA FH Unhas, Aktifkan Kembali Organisasi yang Sempat Vakum
Pelaku Begal Bersajam Menyerahkan Diri ke Polisi karena Takut Ditembak
Jokowi Dijadwalkan Kunjungi Lampung, NTT, dan Jabar, Pengamat Sebut sebagai Konsolidasi Politik untuk PSI