Makassar – Pagi itu, di sebidang lahan kosong di Antang, hanya tersisa tumpukan abu dan kerangka kayu hangus. Itulah sisa-sisa gubuk yang menjadi tempat tinggal terakhir seorang pria berusia 80 tahun, inisialnya CD. Dari keterangan warga, korban adalah seorang pemulung yang hidup sendirian, sebatang kara.
Kebakaran hebat itu terjadi jauh sebelum MURIANETWORK.COM, sekitar pukul setengah lima pagi Jumat lalu, di Jalan Nipa-Nipa Lama. Lokasinya terpencil, jauh dari keramaian permukiman. Untuk mencapainya pun harus melalui jalan setapak yang jarang dilalui orang.
Menurut sejumlah saksi, kejadian ini baru ketahuan beberapa jam kemudian. Seorang perempuan berinisial SNG yang hendak mencuci di sumur terdekat, sekitar pukul 06.30 WITA, terkejut melihat gubuk itu sudah rata dengan tanah. Hampir tak ada yang tersisa selain bara dan asap.
“Kepolisian masih mendalami penyebab pasti kebakaran tersebut, termasuk kemungkinan adanya faktor lain di balik insiden ini,” ujar Kapolsek Manggala, Kompol Semuel To’longan.
Begitu mendapat laporan, personel Bhabinkamtibmas setempat, Aiptu Sulkifli, langsung bergerak bersama warga. Mereka memadamkan sisa-sisa api yang masih membara. Dan di tengah reruntuhan itulah, mereka menemukan jenazah korban dalam kondisi yang sangat memilukan. Diduga kuat, tubuh CD terbakar hebat hingga hanya menyisakan kerangka.
Namun begitu, polisi masih sangat berhati-hati menyimpulkan penyebab kematian. “Untuk kejadian ini belum bisa dipastikan apakah murni kebakaran yang menyebabkan korban meninggal dunia. Kami masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut,” tegas Semuel dalam keterangan resminya.
Proses penyelidikan pun digelar secara menyeluruh. Tim forensik Dokpol Polda Sulsel bersama rekan dari Inafis Polrestabes Makassar turun tangan melakukan olah TKP. Setelah semua proses di lokasi selesai, jenazah sang kakek pun dievakuasi ke RS Bhayangkara Makassar untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Kisah pilu ini kembali menyentak. Seorang lansia, yang mungkin menghabiskan hari-harinya dengan memungut barang sisa, kini berakhir tragis di tempat yang ia sebut rumah. Api telah melahap segalanya, meninggalkan duka dan tanda tanya besar bagi kita semua.
Artikel Terkait
Ledakan Petasan di Balon Udara Blitar Tewaskan Pemuda, Lukai Dua Anak
Perindo Sultra Kurban Lima Sapi untuk Warga Kurang Mampu di Kendari
Atta Halilintar Sebar 12 Ekor Sapi Kurban ke Sejumlah Daerah di Jawa Barat
Ria Ricis Buka Suara soal Operasi Hidung: Bukan demi Estetika, tapi karena Gangguan Pernapasan Akibat Tulang Bengkok