Presiden Prabowo Subianto baru saja mengumumkan kabar yang cukup mengejutkan. Di tengah kondisi harga avtur yang sedang melonjak, pemerintah justru memutuskan untuk memotong biaya haji tahun 2026. Potongannya? Sekitar Rp 2 juta per jemaah.
Keputusan ini, menurut Prabowo, adalah bentuk nyata komitmen pemerintah untuk melindungi masyarakat, terutama calon jemaah haji dari kalangan ekonomi bawah. Ia menyebut langkah ini sebagai sebuah keputusan yang berani.
"Yang sudah kita putuskan adalah, yang boleh saya umumkan sekarang adalah pelaksanaan haji tahun 2026 ini, kecuali pemerintah Arab Saudi menentukan lain, kalau kita laksanakan, kita pastikan bahwa biaya haji tahun 2026 kita turunkan harganya sekitar Rp 2 juta,"
Demikian pernyataan Prabowo yang disampaikan pada Kamis (9/4/2026).
"Walaupun harga avtur naik, tapi kita berani turunkan harga haji untuk tahun ini. Demikian komitmen pemerintah ini untuk melindungi rakyat paling bawah,"
tambahnya menegaskan.
Lantas, seberapa besar kenaikan harga avtur yang menjadi tantangan itu? Rupanya cukup signifikan. Pertamina memberlakukan penyesuaian harga mulai 1 April 2026. Untuk periode April, harga avtur domestik rata-rata naik 70 persen. Sementara untuk rute internasional, kenaikannya bahkan mencapai 80 persen, meski angkanya bervariasi di tiap bandara.
Kalau kita lihat angka-angkanya, kenaikannya terasa sekali. Ambil contoh di Bandara Soekarno-Hatta. Harga avtur domestik yang di Maret lalu masih Rp13.656,51 per liter, melonjak jadi Rp23.551,08 per liter di bulan April. Bandara Halim di Jakarta pun tak jauh beda, dari Rp14.880,81 naik ke Rp24.775,38 per liter. Semua harga itu sudah termasuk PPN.
Yang menarik, jika dibandingkan dengan tahun 2019 saat kebijakan tarif batas atas mulai berlaku, harga avtur saat ini hampir tiga kali lipat lebih mahal. Kenaikan ini terjadi merata di puluhan depot pengisian pesawat udara (DPPU) di seluruh Indonesia.
Di Jawa, harga di Bandara Juanda Surabaya menyentuh Rp25.131,54 per liter. Sementara di Bali, tepatnya Bandara Ngurah Rai, harganya Rp25.343,01 per liter.
Naik juga di luar Jawa. Bandara Kualanamu di Deli Serdang, Sumatra, mematok harga Rp24.819,90 per liter. Untuk Indonesia Timur, situasinya serupa. Di Sentani Jayapura harganya Rp25.521,09 per liter, dan di Pattimura Ambon sedikit lebih tinggi, Rp25.632,39 per liter.
Jadi, di tengah badai kenaikan harga bahan bakar pesawat inilah, keputusan menurunkan biaya haji itu diambil. Sebuah langkah yang pasti akan disambut baik oleh jutaan calon jemaah.
Artikel Terkait
JK Buka Peluang Jalur Hukum Atas Tudingan Penistaan Agama
Personel UNIFIL Tewas dalam Serangan di Lebanon Selatan, Prancis Tuntut Pertanggungjawaban
Bappenas Soroti Ketergantungan Daerah pada Dana Pusat Capai 83 Persen
Gubernur DKI Serukan Kolaborasi untuk Perdamaian Global di Acara Renungan Monas