Pesan Tegas Manajer Persib Jelang Duel Klasik di Surabaya
Suasana di markas Persib Bandung jelas mulai berubah. Menjelang bentrokan klasik melawan Persebaya Surabaya di pekan ke-24 Super League 2025-2026, manajer tim Umuh Muchtar punya pesan khusus buat anak asuhnya. Intinya satu: jangan sekali-kali meremehkan lawan.
Laga panas itu sendiri rencananya digelar Senin, 2 Maret 2026, di Stadion Gelora Bung Tomo. Kick-off jam setengah sembilan malam WIB. Bagi Maung Bandung, ini lebih dari sekadar duel biasa. Ini momentum untuk memperkokoh posisi puncak klasemen yang mereka duduki dengan 53 poin dari 22 pertandingan.
Tapi, posisi itu nggak aman-aman banget. Persija Jakarta masih nempel ketat di belakang dengan 50 poin, meski sudah main 23 laga. Makanya, Umuh tegas. Dia gamau pemainnya, mulai dari Thom Haye dan kawan-kawan, punya pikiran enteng menghadapi Bajul Ijo.
"Jangan menganggap enteng terhadap lawan, harus benar-benar konsentrasi," tegas Umuh, seperti dikutip dari laman resmi klub, Sabtu lalu.
"Saya harap saat di Surabaya nanti, mainnya tetap (ngotot). Tenaga kalian lipat gandakan, pikiran kalian, otak kalian berlipat," tambah pria berkumis itu dengan nada serius.
Peringatannya punya alasan kuat. Menurut Umuh, Persebaya adalah lawan yang sulit banget ditaklukkan. Ingat saja pertemuan pertama di Bandung, Persib cuma menang tipis 1-0. Nah, sekarang main di kandang mereka? Tantangannya pasti berlipat.
Di sisi lain, situasi ini jadi ujian tersendiri buat pelatih Bojan Hodak. Dia harus menyiapkan strategi terbaik di tengah jadwal padat dan kondisi bulan Ramadhan. Semua faktor itu harus diakali.
Tekad Umuh jelas. "Kami harus selalu punya poin di setiap pertandingan," ucapnya mantap. Poin dari Surabaya nanti bakal sangat berharga, baik untuk mental maupun perjalanan mereka mempertahankan puncak klasemen.
Artikel Terkait
Gempa M5,1 Guncang Sarmi, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami
PMI Manufaktur Indonesia Netral di 50,0 pada Mei, Produksi Masih Tertekan Harga Bahan Baku dan Konflik Global
Imam Besar Masjid Al Aqsa Kecam Rencana Israel Larang Azan di Yerusalem Timur
BGN Percepat Validasi Data Penerima Makan Bergizi Gratis Libatkan Kementerian hingga Perangkat Desa