Pariwisata Indonesia Tumbuh, Kunjungan Wisman Naik 13,37% pada Februari 2026

- Jumat, 10 April 2026 | 12:35 WIB
Pariwisata Indonesia Tumbuh, Kunjungan Wisman Naik 13,37% pada Februari 2026

Jakarta - Di tengah berbagai tantangan yang ada, sektor pariwisata Indonesia ternyata masih menunjukkan sinyal pertumbuhan yang cukup menggembirakan. Tren positif ini terlihat dari angka kunjungan wisatawan, baik dari mancanegara maupun dari dalam negeri sendiri. Menurut Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, situasi ini tak lepas dari upaya pemerintah yang terus memperkuat kebijakan dan program-program strategis.

“Kementerian Pariwisata terus memperkuat berbagai kebijakan dan program untuk memastikan bahwa pariwisata Indonesia tidak hanya tumbuh dari sisi jumlah kunjungan, tetapi juga semakin berkualitas, berkelanjutan, serta memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat,” ujar Menteri Widiyanti.

Intinya, pemerintah ingin memastikan momentum pemulihan ini terus berjalan. Mereka memantau perkembangan dengan cermat dan menyiapkan langkah-langkah terukur untuk meningkatkan daya saing.

Kalau kita lihat datanya, memang ada peningkatan. Pada Februari 2026 lalu, wisatawan mancanegara yang datang mencapai 1,16 juta kunjungan. Angka itu naik sekitar 13,37 persen dibandingkan Februari 2025. Secara kumulatif, Januari-Februari 2026, jumlahnya sudah menyentuh 2,35 juta kunjungan, tumbuh 7,77 persen.

Negara asal terbesar masih diduduki oleh Malaysia. Posisi berikutnya diisi oleh Tiongkok, Singapura, Australia, dan Timor Leste.

Bagaimana dengan perjalanan dalam negeri? Di bulan yang sama, perjalanan wisatawan nusantara tercatat sekitar 91,14 juta. Ini naik tipis, 0,70 persen dari tahun sebelumnya. Namun secara akumulatif dua bulan pertama 2026, ada sedikit koreksi negatif 0,17 persen menjadi 193,17 juta perjalanan.

Tapi jangan khawatir, memasuki Maret, semangat jalan-jalan tampaknya kembali menggelora. Momentum libur panjang Nyepi dan Lebaran di akhir Maret 2026 menjadi pendorong utama. Kementerian Perhubungan mencatat, pergerakan menuju 10 Destinasi Prioritas dan 3 Destinasi Regeneratif melonjak 18,80 persen, mencapai 12,77 juta perjalanan.

Menteri Widiyanti menilai momen libur nasional seperti ini punya peran krusial. Selain mendongkrak aktivitas pariwisata, ia juga memberikan dampak ekonomi yang nyata, terutama bagi pelaku usaha dan UMKM di daerah-daerah tujuan wisata.

Di sisi lain, ada tren menarik yang patut dicermati. Ternyata, minat warga Indonesia untuk berlibur ke luar negeri justru menurun. Pada Februari 2026, jumlah perjalanan ke luar negeri tercatat 701.070, turun 7,64 persen. Akumulasi dua bulan pertamanya juga turun 2,38 persen menjadi 1,71 juta perjalanan.

Data ini menghasilkan kabar baik: neraca kunjungan kita surplus. Jumlah wisatawan asing yang masuk masih lebih tinggi daripada warga yang keluar. Pada Februari saja surplusnya 0,46 juta, dan secara kumulatif Januari-Februari mencapai 0,64 juta. Kondisi ini tentu mendukung perolehan devisa bersih dari sektor pariwisata.

Menutup pembahasan, Menteri Widiyanti menyampaikan optimisme. “Kami optimistis dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat, pariwisata Indonesia akan terus tumbuh dan memberikan kontribusi yang semakin besar bagi perekonomian nasional serta kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar