K-Pop Demon Hunters Sabet Penghargaan Bergengsi di New York, Sinyal Kuat Menuju Oscar?

- Rabu, 03 Desember 2025 | 18:50 WIB
K-Pop Demon Hunters Sabet Penghargaan Bergengsi di New York, Sinyal Kuat Menuju Oscar?

K-Pop Demon Hunters: Raih Piala di New York, Tancapkan Pengaruh Global

Prestasi gemilang kembali ditorehkan K-Pop Demon Hunters. Di penghujung 2025, film animasi itu berhasil menyabet gelar film animasi terbaik dalam ajang New York Film Critics Circle Awards. Sebuah pencapaian yang cukup bergengsi.

Bagi yang belum tahu, penghargaan ini sering dianggap sebagai penanda dimulainya "musim" Oscar. Jadi, kemenangan ini bukan sekadar piala biasa.

Namun begitu, kemenangan ini sebenarnya tak terlalu mengejutkan. Sejak dirilis di Netflix pada Juli lalu, film ini langsung meledak. Popularitasnya meroket, diikuti sederet penghargaan yang berhasil diraih. Rasanya, langkahnya ke puncak terasa begitu natural.

Film produksi Sony Pictures Animation ini bahkan sempat dinobatkan sebagai film Netflix paling banyak ditonton secara global. Tak cuma itu, di MAMA Awards 2025, lagu tema film berjudul Golden juga berhasil membawa pulang piala untuk kategori OST Terbaik. Sukses di segala lini.

Ceritanya sendiri unik dan segar. Bayangkan saja, sebuah girl group K-Pop yang sukses ternyata punya pekerjaan sampingan yang ekstrem: memburu iblis. Misi mereka adalah melindungi umat manusia.

Mereka bertugas menjaga Honmoon, sebuah pelindung magis yang menjadi tameng dunia manusia dari makhluk jahat. Tapi masalah muncul ketika para iblis itu cerdik. Mereka membentuk grup K-Pop saingan yang justru memikat hati banyak orang, membuat kekuatan Honmoon mulai goyah.

Sukses film ini juga tak lepas dari para pengisi suaranya. Ahn Hyo Seop, aktor yang sedang naik daun, didapuk mengisi suara Jinu, karakter iblis utama.

Kehadirannya jelas memberi daya tarik tambahan yang besar bagi film ini.

Hingga kini, demam K-Pop Demon Hunters belum juga reda. Film ini telah menjadi fenomena budaya pop yang nyata, dengan penggemar yang tersebar dari berbagai penjuru dunia. Lagu-lagunya yang catchy pun masih terus diputar, mengingatkan kita pada petualangan spektakuler para pemburu iblis yang juga penyanyi itu.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar