Aktivis Muhammadiyah Apresiasi Langkah Cepat dan Kolaboratif Prabowo Hadapi Bencana Sumatera

- Senin, 05 Januari 2026 | 05:25 WIB
Aktivis Muhammadiyah Apresiasi Langkah Cepat dan Kolaboratif Prabowo Hadapi Bencana Sumatera

Aktivis Muhammadiyah Nilai Langkah Prabowo Tangani Bencana Sumatera Sudah Tepat

Menurut Farid Idris, seorang aktivis Muhammadiyah Jakarta, pemerintah di bawah Presiden Prabowo Subianto sudah berada di jalur yang benar dalam menangani serangkaian bencana alam di Sumatera. Baginya, kunci utamanya terletak pada pendekatan yang mengutamakan koordinasi.

“Dalam situasi bencana, yang paling dibutuhkan adalah kecepatan, ketepatan, dan persatuan,” ujar Farid kepada wartawan, Senin (5/1/2026).

Ia menambahkan, “Saya melihat Presiden Prabowo sudah mengambil langkah yang benar dengan mengonsolidasikan seluruh kekuatan bangsa, termasuk ormas Islam seperti Muhammadiyah, NU, dan berbagai relawan kemanusiaan.”

Respons yang cepat dari pusat, dengan mengerahkan kementerian, BNPB, hingga TNI-Polri, dinilainya sebagai bentuk keseriusan. Namun begitu, yang patut diapresiasi justru ruang kolaborasi yang dibuka untuk masyarakat sipil dan organisasi keagamaan. Mereka punya pengalaman panjang di lapangan, dan itu aset berharga.

Farid lantas mencontohkan peran Muhammadiyah.

“Ormas Islam, khususnya Muhammadiyah melalui MDMC, punya jaringan relawan dan infrastruktur yang siap bergerak cepat. Ketika negara dan ormas bisa berjalan seiring, dampaknya sangat besar bagi masyarakat terdampak,” jelasnya.

Pola kolaboratif seperti ini, menurutnya, sangat krusial. Bencana bukan cuma soal evakuasi darurat, tapi juga pemulihan yang menyeluruh sosial, psikologis, ekonomi warga. Itu butuh waktu dan sinergi yang terjaga.

Di sisi lain, Farid mengingatkan satu hal penting. Ia berharap bencana ini tidak dijadikan ajang saling menyalahkan atau tarik-tarikan kepentingan politik. Narasi yang memanas justru bisa menghambat kerja nyata di lapangan.

“Bencana itu musibah bersama. Tidak elok jika kemudian dijadikan bahan saling serang. Yang dibutuhkan rakyat saat ini adalah solusi, bukan polemik,” tegasnya.

Energi dan fokus, lanjutnya, harusnya tercurah untuk membantu korban. Kritik konstruktif tentu boleh, asal disampaikan dengan semangat perbaikan dan kepedulian.

Secara lebih luas, momen ini menjadi ujian penting bagi kepemimpinan nasional yang baru. Kehadiran negara yang terkoordinir dan cepat, kata Farid, bisa memberikan rasa aman dan kepercayaan bagi mereka yang terdampak.

“Kepemimpinan diuji justru saat krisis. Respons cepat, komunikasi yang terbuka, serta keberanian mengambil keputusan adalah hal krusial. Sejauh ini, Presiden Prabowo menunjukkan keseriusan itu,” katanya.

Model kepemimpinan tegas tapi terbuka kolaborasi itu terlihat dari instruksi langsung presiden ke jajaran kabinet dan aparat di lapangan.

Meski memberi apresiasi, Farid punya catatan. Perhatian tidak boleh berhenti saat fase darurat usai. Pekerjaan justru semakin berat ke depan: relokasi, pemulihan ekonomi lokal, dan yang tak kalah vital, mitigasi agar sejarah tak terulang.

“Ke depan, penting ada evaluasi menyeluruh dan penguatan mitigasi bencana. Muhammadiyah dan ormas lain siap terus bersinergi dengan pemerintah untuk memastikan pemulihan berjalan adil dan berkelanjutan,” pungkas Farid.

Harapannya sederhana: semangat persatuan dalam menghadapi musibah di Sumatera ini bisa jadi contoh. Bahwa persoalan kemanusiaan harusnya berada di atas segala perbedaan.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar