Pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, baru saja angkat bicara. Isinya? Soal perang psikologis yang lagi-lagi dilancarkan oleh musuh-musuh Teheran. Ini terjadi di tengah panasnya ketegangan dengan Amerika Serikat dan Israel yang belum juga mereda.
Lewat pernyataan yang dikutip Anadolu Agency dan Press TV, Jumat (24/4/2026), Mojtaba menyoroti operasi media yang katanya sedang gencar dilakukan pihak lawan. Targetnya, menurut dia, jelas: persatuan nasional Iran. Bukan cuma itu, operasi ini juga disebut-sebut bertujuan menggerogoti moral dan keamanan publik di dalam negeri.
Di sisi lain, ia juga mengingatkan agar rakyatnya tetap waspada. Jangan sampai lengah.
"Operasi media musuh, dengan menargetkan pikiran dan jiwa rakyat, dimaksudkan untuk merusak persatuan dan keamanan nasional; semoga kelalaian kita tidak membiarkan niat jahat ini terwujud," tulis Mojtaba di akun media sosial X pada Kamis (23/4) waktu setempat. Nada peringatannya cukup keras, terasa seperti seruan untuk tidak boleh lengah sedikit pun.
Menariknya, ia juga menyinggung soal persatuan. Menurut dia, justru persatuan yang solid di antara warga Iran inilah yang membuat musuh mulai kewalahan. Bahkan, ia menyebut ada "keretakan" di kubu lawan akibat hal itu.
"Karena persatuan yang luar biasa yang tercipta di antara sesama warga negara, telah terjadi keretakan pada musuh," katanya. Ia menambahkan, solidaritas yang belum pernah terjadi sebelumnya ini sukses mengacaukan perhitungan musuh yang ingin melemahkan Teheran. Agak puitis memang, tapi begitulah cara dia menyampaikannya.
Peringatan ini muncul tidak lama setelah tiga pimpinan tinggi Iran dari eksekutif, legislatif, dan yudikatif mengeluarkan pernyataan bersama. Isinya? Kecaman keras terhadap komentar Presiden AS Donald Trump. Trump sebelumnya bilang Iran terbelah jadi dua kubu: "garis keras" dan "moderat".
"Iran sangat kesulitan menentukan siapa pemimpin mereka!" begitu kira-kira celetukan Trump yang memicu reaksi itu.
Artikel Terkait
Indonesia Dorong Perlindungan Warisan Budaya Takbenda Global Lewat Pencalonan di Komite UNESCO
AS Kaji Opsi Militer Terbatas di Iran Jika Gencatan Senjata Gagal, Targetkan Panglima IRGC dan Aset Maritim
PSI Dukung Pembatasan Masa Jabatan Ketua Umum Partai Maksimal Dua Periode
KPK Cegah Dua Tersangka Baru Korupsi Kuota Haji ke Luar Negeri