Lestari Moerdijat Desak Aksi Cepat Atasi Lonjakan Kekerasan di Sekolah

- Rabu, 10 Desember 2025 | 08:40 WIB
Lestari Moerdijat Desak Aksi Cepat Atasi Lonjakan Kekerasan di Sekolah

Laporan kasus kekerasan di sekolah terus bermunculan. Menanggapi tren yang mengkhawatirkan ini, Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mendesak semua pihak untuk bergerak cepat. Dukungan menyeluruh, menurutnya, mutlak diperlukan agar upaya pencegahan dan penanganan di satuan pendidikan benar-benar efektif. Tujuannya jelas: menciptakan ruang yang aman bagi anak-anak kita.

“Ancaman kekerasan yang kian meningkat harus diimbangi dengan kecepatan kita bertindak,” tegas Lestari dalam sebuah keterangan tertulis, Rabu (10/12/2025).

“Kita tidak boleh lambat. Ruang aman bagi setiap anak bangsa harus segera diwujudkan.”

Seruannya ini bukannya tanpa dasar. Di sisi lain, data dari Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) cukup mencengangkan. Sepanjang 2025 saja, tercatat 60 kasus kekerasan di lingkungan pendidikan. Angka itu melonjak drastis dibanding tahun sebelumnya yang 36 kasus, dan jauh lebih tinggi ketimbang 2023 yang ‘hanya’ 15 kasus. Peningkatan ini jelas jadi lampu merah yang tak bisa diabaikan.

Namun begitu, langkah konkret sudah mulai dijalankan. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), misalnya, baru-baru ini menggelar pelatihan khusus. Pelatihan peningkatan kapasitas untuk pencegahan dan penanganan kekerasan itu melibatkan perwakilan dari UPT mereka di seluruh Indonesia. Sebuah upaya yang patut diapresiasi.

Tapi bagi Lestari, fokus pada pelatihan guru dan sekolah saja tidak cukup. Ia menekankan, penyelesaiannya harus lewat pendekatan yang lebih luas.

“Kita tidak bisa hanya berfokus pada kesiapan tenaga pendidik,” ujarnya.

Perhatian, katanya, harus juga diberikan pada kesiapan keluarga dalam membentuk karakter anak. Belum lagi peran masyarakat dan media massa dua elemen kunci lain yang turut membentuk pola pikir anak juga perlu diperkuat. Semuanya harus bergerak beriringan.

Di penghujung pernyataannya, Lestari berharap semua langkah yang diambil bisa dilaksanakan dengan baik. Harapannya sederhana namun mendasar: terwujudnya ekosistem pendidikan yang benar-benar aman dan nyaman untuk generasi penerus bangsa. Masa depan mereka, ujung-ujungnya, ada di tangan kita semua sekarang.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar