Lalu, seberapa bagus performanya? Menurut sejumlah evaluasi independen, Muse Spark punya cerita yang beragam. Di satu sisi, dia sanggup menyaingi model-model terbaik di pasaran untuk urusan pemahaman bahasa dan visual. Namun begitu, di bidang lain seperti pemrograman atau penalaran abstrak, dia masih ketinggalan. Bisa dibilang, ini awal yang solid, tapi belum sempurna.
Alex Wang sendiri tak menampik adanya celah itu. Lewat unggahan di media sosial, pemimpin tim superintelligence itu mengakui masih ada kekurangan.
Dia juga memberi isyarat bahwa ini baru permulaan. Versi Muse Spark yang lebih besar dan canggih lagi sedang dikembangkan. Dan yang menarik, Meta berencana untuk merilis beberapa dari model tersebut secara terbuka ke publik. Perlombaan AI jelas semakin panas, dan Meta tampaknya siap untuk terus menancap gas.
Artikel Terkait
BPOM Resmi Larang Peredaran Bebas Gas Ketawa, Kini Berstatus Gas Medis
Transaksi QRIS Tumbuh 89%, Jumlah Pedagang Mikro Naik Dua Kali Lipat
Pegadaian dan SMBC Jepang Jalin Kerja Sama Pendanaan untuk Ultra Mikro dan UMKM
KainIndonesia.co Sulap Wastra Nusantara Jadi Fesyen Modern, Didukung LinkUMKM BRI