Meta akhirnya menunjukkan taringnya di arena kecerdasan buatan. Perusahaan yang dipimpin Mark Zuckerberg itu baru saja meluncurkan Muse Spark, model AI pertama yang lahir dari tim khusus bernama Superintelligence Labs. Tim ini dibentuk tahun lalu, dan tujuannya jelas: mengejar ketertinggalan dari para raksasa seperti Google dan OpenAI.
Tekanannya memang tidak main-main. Meta sudah menggelontorkan dana yang sangat besar untuk ambisi AI-nya. Mereka perlu membuktikan bahwa semua investasi itu akan berbuah, dan bukan sekadar menghamburkan uang. Ambisi itu terlihat dari langkah agresif mereka merekrut Alex Wang, CEO Scale AI, dengan kesepakatan fantastis senilai 14,3 miliar dolar AS. Belum lagi paket gaji ratusan juta dolar yang mereka tawarkan untuk menarik insinyur-insinyur top.
Nah, soal Muse Spark ini, rencananya dalam beberapa minggu ke depan dia akan menggantikan model Llama lama. Artinya, chatbot di WhatsApp, Instagram, Facebook, bahkan kacamata pintar Meta, akan didukung oleh otak baru ini.
Artikel Terkait
BPOM Resmi Larang Peredaran Bebas Gas Ketawa, Kini Berstatus Gas Medis
Transaksi QRIS Tumbuh 89%, Jumlah Pedagang Mikro Naik Dua Kali Lipat
Pegadaian dan SMBC Jepang Jalin Kerja Sama Pendanaan untuk Ultra Mikro dan UMKM
KainIndonesia.co Sulap Wastra Nusantara Jadi Fesyen Modern, Didukung LinkUMKM BRI