Di sisi lain, persiapan tak berhenti di situ. Masih dalam rangkaian untuk haji 2026, BPKH juga mengagendakan penyerahan banknotes senilai SAR 152,49 juta tepat sehari setelahnya, pada 9 April. Dengan tambahan ini, realisasi penyaluran dana diproyeksikan melonjak hingga sekitar 86,34 persen. Progresnya cukup pesat.
Fadlul juga mengakui adanya tantangan, seperti potensi kenaikan biaya operasional. Namun begitu, BPKH berupaya menjaga stabilitas melalui optimalisasi Nilai Manfaat, yang tahun ini berhasil mencapai Rp6,69 triliun. Belum lagi ada subsidi biaya haji di Arab Saudi sebesar Rp6,31 triliun dan subsidi biaya dalam negeri sekitar Rp376,80 miliar.
Dengan berbagai langkah tersebut, sisa kewajiban transfer yang sekitar Rp5,29 triliun atau 29,05 persen, rencananya akan diselesaikan secara bertahap. Targetnya paling lambat Juli 2026.
Intinya, semua upaya ini dilakukan untuk satu hal: memastikan setiap tahapan penyelenggaraan ibadah haji berjalan tanpa kendala. Harapannya, jamaah dari Indonesia bisa merasakan kepastian dan kenyamanan selama menunaikan rukun Islam kelima itu.
(Febrina Ratna Iskana)
Artikel Terkait
Meta Luncurkan Muse Spark, Model AI Baru untuk Gantikan Llama di Semua Produk
Kekayaan 500 Orang Terkaya Dunia Melonjak Rp4.500 Triliun dalam Sehari
Trump Tegaskan Pasukan AS Tak Akan Ditarik dari Dekat Iran Tanpa Kesepakatan Permanen
KAI Daop 1 Jakarta Peringatkan Masyarakat Soal Penipuan Rekrutmen Palsu di TikTok