Di sebuah pagi di Magelang, Presiden Prabowo Subianto berdiri di hadapan pabrik baru. Suaranya lantang, penuh keyakinan. Ia punya pesan khusus buat anak muda: jangan percaya pada kabar burung yang pesimis.
"Masa depan kita cerah," tegasnya. "Kalau ada yang bilang Indonesia gelap, mungkin matanya yang kurang bagus. Atau hatinya."
Ucapan itu disampaikan Prabowo saat meresmikan pabrik perakitan kendaraan listrik milik PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk, Kamis lalu. Acara itu lebih dari sekadar seremoni; ia menjadikannya panggung untuk menyemangati bangsa.
Menurutnya, kekuatan ekonomi Indonesia tak bisa dipandang sebelah mata. Trennya positif, dan momentumnya sedang naik.
"Kita sangat kuat, semakin kuat. Pertumbuhan kita baik. Tahun depan kita akan bikin kejutan untuk seluruh dunia. Indonesia sedang bangkit. This giant is waking up. We will not be anymore the sleeping giant, we are rising," seru Prabowo.
Di sisi lain, pidatonya tak cuma soal optimisme kosong. Ia juga menyentuh hal-hal konkret, seperti terobosan teknologi. Ia yakin persoalan bangsa, termasuk soal sampah, bisa diatasi dengan teknologi lokal yang murah dan karya anak negeri sendiri.
"Kebahagiaan ini saya kira akan disusul kebanggaan-kebanggaan lain. Terobosan-terobosan kita... kita akan selesaikan dengan teknologi anak-anak Indonesia sendiri," katanya.
Baginya, momen ini adalah bagian dari kebangkitan industri nasional. Pemerintah, ia janjikan, akan terus mendukung penuh sektor-sektor strategis seperti kendaraan listrik ini. Ia bahkan meminta agar segala kendala disampaikan langsung.
"Saya bangga hadir di sini dan akan terus pantau progres saudara. Kalau ada kesulitan, sampaikan. Ini industri yang sangat penting," tandasnya menutup sambutan.
Hawa di Magelang pagi itu terasa hangat, bukan cuma oleh matahari. Tapi oleh janji kebangkitan yang digaungkan dari dalam pabrik yang baru saja dibuka.
Artikel Terkait
Karyawan Minimarket Bobol Brankas Rp52 Juta, Habiskan untuk Judi Online dalam 3 Jam
Bareskrim Gagalkan Penyelundupan Puluhan Ton Bawang di Pontianak
Ratusan Kapal Nelayan Cirebon Menganggur Akut Akibat Kelangkaan Solar
Petugas Jakarta Barat Dapat Apresiasi Rp 25 Ribu per Kg dan Jalan ke Ancol Atas Penangkapan Ikan Sapu-Sapu