Presiden AS Donald Trump bersikukuh. Pasukan Amerika yang ditempatkan di dekat Iran tak akan ditarik. Mereka baru akan pergi jika ada kesepakatan permanen yang benar-benar dipatuhi. Pernyataan keras ini dia sampaikan lewat platform Truth Social miliknya, menegaskan posisi Washington di tengah situasi yang masih panas.
Memang, gencatan senjata sementara selama dua pekan baru saja disepakati kedua negara. Tapi jangan dulu berharap banyak. Gencatan itu sendiri sudah goyah, setelah Iran menuding Amerika melakukan sejumlah pelanggaran. Jadi, meski ada jeda tembak-menembak, ketegangan sama sekali belum reda.
Menurut rencana, akhir pekan ini kedua belah pihak akan bertemu lagi di Pakistan. Tujuannya jelas: merundingkan perjanjian yang lebih langgeng dan stabil. Namun, dari kubu Trump, sinyal yang dikirim justru penuh tekanan.
"Semua kapal, pesawat, dan personel militer AS, dengan amunisi, persenjataan, dan apa pun yang sesuai dan diperlukan untuk penuntutan dan penghancuran musuh yang sudah sangat lemah, akan tetap berada di tempatnya di, dan di sekitar, Iran, sampai kesepakatan riil yang dicapai sepenuhnya dipatuhi,"
Begitu bunyi pernyataan Trump. Ancaman tersirat di sana. Dia seolah memberi ultimatum: patuhi kesepakatan, atau hadapi konsekuensinya. Trump bahkan mengisyaratkan serangan yang lebih besar bisa terjadi jika perundingan nanti mentok.
"Militer kita yang hebat sedang bersiap dan beristirahat. Mereka menantikan penaklukan berikutnya,"
Tambahan ini semakin mempertegas nada konfrontasinya. Di satu sisi, ada upaya diplomasi di meja perundingan. Di sisi lain, ancaman militer justru digaungkan lebih kencang. Situasinya jadi serba tak pasti. Apa yang terjadi di Pakistan nanti, tentu akan menentukan arah selanjutnya. Apakah perang dingin ini akan mereda, atau justru memanas lagi.
Artikel Terkait
Gunungan Hasil Bumi Warnai Puncak HUT ke-51 TMII
Pratikno: Transisi Pengelolaan Haji Harus Tingkatkan Kualitas Layanan Jamaah
Anggota DPR Desak Pemerintah Antisipasi Dampak Kenaikan BBM Nonsubsidi ke Harga Pangan
Gunung Dukono Erupsi, Semburkan Abu Setinggi 1.000 Meter