Dalam satu hari saja, kekayaan kolektif lima ratus orang paling kaya di planet ini melonjak drastis. Tepatnya, bertambah 265 miliar dolar AS, atau kalau dirupiahkan, angkanya fantastis: sekitar Rp4.500 triliun. Sungguh sebuah lompatan yang sulit dibayangkan.
Laporan Bloomberg, Kamis (9/4/2026), mengungkapkan pemicunya. Ternyata, pasar saham global bergerak naik secara signifikan pada hari Rabu. Penguatan ini dipicu oleh satu kabar baik: adanya gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran. Berita itulah yang memicu euforia di pasar modal.
Kenaikan dalam satu hari ini ternyata bukan yang pertama. Namun begitu, ini adalah rekor kenaikan harian terbesar kedua yang pernah dicatat oleh Indeks Miliarder Bloomberg. Posisi pertama masih dipegang oleh kenaikan 304 miliar dolar AS tahun lalu, yang waktu itu didorong oleh jeda tarif dagang AS.
Di lantai bursa, indeks-indeks utama meroket. S&P 500 naik 2,5 persen. Sementara itu, Dow Jones melesat 2,85 persen, dan Nasdaq tak ketinggalan dengan pertumbuhan 2,8 persen. Suasana benar-benar hijau.
Di antara semua miliarder itu, ada satu nama yang paling mencolok kenaikan hartanya: Mark Zuckerberg.
CEO Meta itu mencatatkan penambahan kekayaan bersih hingga 12,8 miliar dolar AS dalam sehari. Ini seiring dengan melambungnya saham perusahaannya yang mencapai 6,5 persen.
Tokoh-tokoh lain juga kebagian rejeki nomplok. Bernard Arnault, raja barang mewah asal Prancis, ikut menikmati cuan besar. Begitu pula dengan dua pendiri Google, Larry Page dan Sergey Brin. Masing-masing dari mereka meraup lebih dari 8 miliar dolar AS.
Secara keseluruhan, jumlah orang yang kekayaannya bertambah lebih dari 1 miliar dolar AS pada hari itu mencapai 61 orang. Bayangkan, dalam hitungan jam.
Meski ada lonjakan tajam di hari Rabu, ceritanya agak berbeda jika dilihat dari awal tahun. Faktanya, sejak Januari 2026, kekayaan gabungan 500 orang terkaya dunia ini justru masih berkurang 38,8 miliar dolar AS. Total kekayaan mereka saat ini tercatat sekitar 11,7 triliun dolar AS. Jadi, meski ada hari yang spektakuler, tren tahunan mereka belum sepenuhnya pulih.
Artikel Terkait
Pratikno: Transisi Pengelolaan Haji Harus Tingkatkan Kualitas Layanan Jamaah
Anggota DPR Desak Pemerintah Antisipasi Dampak Kenaikan BBM Nonsubsidi ke Harga Pangan
Gunung Dukono Erupsi, Semburkan Abu Setinggi 1.000 Meter
Biaya Perbaikan Infrastruktur Energi Timur Tengah Akibat Konflik Melonjak Jadi US$58 Miliar