“Dengan begitu, pasar-pasar kita menjadi lebih rapi, lebih nyaman, lebih aman,” tutur Gubernur. Ia berharap masyarakat pun bisa merasakan langsung manfaatnya.
Nah, soal Pasar Gardu Asem yang jadi lokasi acara, revitalisasinya sendiri dilakukan di lahan seluas 1.735 meter persegi di kawasan Kemayoran. Selama proses pembangunan berlangsung, 79 pedagang yang sudah ada dipindahkan sementara ke Pasar Nangka Bungur. Nantinya, pasar yang sudah diperbarui ini akan mampu menampung lebih banyak pedagang: tersedia 80 kios dan 128 los untuk total 208 orang.
Di sisi lain, proyek pembangunan Pasar Kramat Jaya di Cilincing juga tak kalah menarik. Pasar baru ini dibangun di atas lahan baru seluas 2.617 meter persegi. Yang unik, selain 49 kios yang disediakan, lantai duanya akan dilengkapi fasilitas olahraga. Jadi, fungsinya tak hanya sebagai tempat jual-beli, tapi juga ruang publik yang hidup bagi warga sekitar.
Upaya digitalisasi dan pembenahan fisik pasar seperti ini, jika berjalan beriringan, diharapkan bisa mengubah wajah pasar tradisional Jakarta. Tidak lagi lekat dengan kesan kumuh, tapi menjadi ruang ekonomi yang modern, aman, dan tentu saja, ramah bagi pembeli.
Artikel Terkait
Cara Cek Penerima PKH Tahap 2 dan Besaran Bantuannya
Polisi Bogor Bongkar Pabrik Oplosan Gas Elpiji, Rugikan Negara Rp13,2 Miliar
Pemerintah Siapkan Lahan Strategis untuk Perumahan Rakyat
Wali Kota Bima Turun Tangan Mediasi Polemik Dapodik Siswa Kelas VI